KITA adalah cerita juga mimpi yang paling sempurna..
Sebelumnya maaf karena gue akhirnya mengcopy conversation kita. Nggak ada maksud apa-apa. Sekedar jadi pengingat kalau inilah akhir pencarian gue. KeHACHIKOan yang udah gue ikhlasin dan juga semua ketakutan gue selama ini. Mungkin ini tidak harus digeneralisasikan sebagai sebuah keputusan. Tapi apa yang tertulis disini adalah jawaban dari pencarian, keikhlasan dan ketakutan gue selama ini.
Dan inilah jawabannya…
Gue :
Ada yang inget dengan SMS ini??
'Kalau lo ngerasa hubungan Kita berharga.. Kalau lo ngerasa Kita punya tempat khusus di hati lo.. Gue tunggu di Foodcourt Tamini Square dari jam 6-8 malam. Nggak usah tanya yang lain dateng atau nggak. Lo tanya aja sama hati lo.'
Lo tau ga? 3th setelah SMS itu muncul di inbox gue, gue slalu ada di sana setiap tahunnya dan gue nggak pernah tau, apakah yang gue lakuin itu sia2 atau memang udah seharusnya begitu. Dan tahun ini pun sepertinya akan kembali seperti itu..
Sabda Pendita Ratu (sebut saja seperti itu) :
Ya itu kurang lebih 4 tahun yang lalu kan? trus kalau tiap tahun nggak pernah dateng bukan berarti nggak ada di hati dan seinget gue itu bukan agenda tahunan. And sometimes somethings happen then and you can't choose. It can make you mature then now.
Maaf kalau ada kata2 yang dulu dan sekarang buat semua jadi gini. Gue cuma mau semua kembali natural. Lo merasa gue harus tanggung jawab?
Tahun itu gue cuma pengen kita kumpul, nggak tau kalau persepsi lo beda. Tapi banyak yang udah terjadi yang ngebuat semua jadi beda. Bukan berarti GA BERARTI tapi mungkin memang beda cara memandang. Begitulah cara gue SAAT itu, berpikir memang akan sulit ketemu lagi. Bukan untuk apa2, bukan juga untuk perpisahan slamanya cuma melepas teman yang merantau sekaligus melepas kangen setelah lama nggak kumpul. Menurut gue sekarang kita punya cara masing2 untuk menyayangi orang lain, nggak ada yang salah. Dan setiap orang punya prioritas atas hidupnya. Sekali lagi bukan NGGAK SAYANG, tapi ada alasan dibalik semua itu.
Gue:
Yang gue inget ada janji disana.. Untuk ada disana di hari yang sama.. Tapi kalau memang ternyata buat lo nggak ada yaudah.. Gue berenti di tahun ini..
Sabda Pendita Ratu (kembali sebut saja seperti itu) :
Kalau itu memang dari gue, ok maaf dan gue ralat.. Semoga bisa memulai lagi semua dari awal..
Memang nggak bisa ilang tapi setidaknya buka chapter baru, itu pun kalau masih mau..
Gue :
Semua jadi natural. Natural macem apa deh yang lo maksud? Apa alasanna? Dan kenapa harus chapter baru? Apa yang harus dimulai dari awal?
Sabda Pendita Ratu (sekali lagi, sebut saja seperti itu karena gue nggak kepikiran nama lain ;p) :
Mungkin kita memang nggak akan pernah ngerti 1 sama lain kalau jalan dan pikiran kita beda. Gue tau lo kecewa tapi keadaan yang buat gue berpikir kayak gini. Gini deh, yang gue tau sekarang apa yang gue jalanin saat ini. Sebenernya gue nggak mau bilang ini tapi harus.
Sekarang gue cuma pengen buat hidup gue sendiri tenang, bahagia bareng orang2 yang gue sayang tapi nggak dengan hidup seperti cara lo. Kalau memang kita temenan, sahabat atau apalah itu yaudah jalanin aja. Gue rasa saling berbagi lebih penting saat ini.
Jahat? Ya mungkin lo pikir gue gitu. Tapi gue nggak maksud nyakitin siapa pun. Yang gue tau, gue harus terus jalanin hidup ini buat gue, keluarga gue dan semua. Sekali lagi maaf tapi masalah pribadi yang gue hadepin mungkin jauh lebih prioritas.
Gue :
Ohhh oke.. Kalau lo emang lebih nyaman kayak gitu ya silahkan..
Jalanna memang udah beda ko. Ya dijalanin masing2 aja..
Sabda Pendita Ratu:
Kenapa sih kita nggak bisa jalan bareng2? ya kayak biasa aja.
Emang lo maunya gimana sih?
Gue :
Kayak biasa? memang yang biasa kayak gimana?
Gue bahkan nggak tau kita itu kayak apa. Yang gue tau ya kayak ginilah kita.
Kayak yang gue tau, kayak yang lo bilang daritadi.. Jalanin aja apa yang menurut kita baek.
Toh masing2 dari kita juga nggak tau apa yang paling baik untukuk masing2 dari kita kan?
Kalau lo tanya mau gue kayak apa? Gue udah nggak mau apa2.
Sabda Pendita Ratu :
Yaudah..
Itu kira-kira bunyi SMS di pagi hari..
Hari dimana gue dapet mimpi buruk setelah bangun tidur (emang bisa? Bisa! Itu yang lo baca diatas adalah mimpi buruk gue! hehe). Paling nggak beberapa jam setelah conversation itu berlangsung, sumpah! Kepala gue sakit banget! Pengen gitu gue tidur dan gue putuskan untuk ngampus yang berarti gue pasti bakal tidur di kampus. Disanalah jawaban dari semuanya menjadi semakin jelas! Dan gue berterimakasih untuk semua yang –gue yakin mereka nggak sadar kalau tanpa sadar mereka- udah menyelamatkan gue! Agak berlebihan memang, tapi kalau lo ngerasain sendiri.. itu kepala sakitnya amit-amit deh.
Malamnya gue mikir. Dengan suasana hati yang jauh lebih enak dan isi kepala yang masih rada kopong tapi paling nggak adem ayem. Dan beberapa menit sebelum tanggal 27 berakhir, gue mengirimkan ini dalam 3 part sebagai bentuk penjelasan dan akhir percakapan.
Gue :
Mmm.. Tentang SMS yang pagi tadi, gue harap lo nggak mikir kalau saat itu gue menjadi sesorang yang sedang marah bahkan kecewa. Mungkin juga lo ngerasa nggak nyaman tapi gue cuma mau ngelurusin. Iya, gue kecewa tapi gue udah prepare untuk itu jauh sebelum SMS itu ada dan bahkan mungkin udah terlalu terbiasa dengan situasi seperti itu. Banyak hal yang akhirnya buat kita punya banyak sudut pandang yang beda. Prioritas yang beda sampe akhirnya cara kita untuk mengambil keputusan pun beda. Gue hargai itu.
Gue pun nggak berhak untuk minta apa2 sama lo, karna toh slama ini gue nggak pernah ngasi apa2 sama lo. Gue nggak tau gimana lo ngejalani hidup lo, gue nggak ada saat mungkin lo butuh, dan memang udah terlalu banyak momen yang kelewat begitu aja tanpa sempat kita berbagi.
Mungkin apa yang terjadi setiap tahunnya di hari ini adalah salah1 bentuk kekanakan gue dan gue cuma pengen lo tau. Sekedar tau, lo mau terima atau nggak, nggak masalah. Gue cuma mau berbagi.
Saet itu gue mikir, dalam 365 hari gue nggak pernah bisa ngejanjiin untuk ada dan hari ini gue anggap sebagai hari gue 'ada' untuk si Red, Pink, Blue, Yellow, Green (sori mamen!! Gue nggak bisa sebut merek. hahaha) . Cuma hari ini, yang sejak 9th yang lalu jadi hari yang bener2 gue tunggu. Haha ya, wajar kalau lo anggap ini childish. Hari ini memang bukan prioritas hidup gue tapi apa salahnya 1 hari dari 364 hari lainnya yang gue habisin untuk sibuk dengan yang lain, gue sempetin untuk ketemu. Tapi slama 4th yang gue liat cuma Green (bodo deh lo pada penasaran tapi beneran jari gue nggak bisa ngetik merek). Fine, awalnya berat tapi makin kesini dan setelah gue dapet jawabannya dari lo tadi pagi. I'm okay.
Stiap tahun gue minta sama Allah-na untuk ngedatengin paling nggak 3orang aja dan nggak skalipun dikasi. Dan salah seorang temen gue pernah bilang (nyem.. ternyata setelah gue konfirmasi, kata-kata gue nggak sama ama temen gue. Beda-beda dikitlah.. intinya mah sama aja)
'Kalau lo udah minta dan berdoa ama Allah tapi nggak dikasi2, itu artinya Allah minta elo untuk BERHENTI'
Itu kenapa hari ini gue mutusin untuk berhenti dan kembali ke jalan gue (jalan gue yang lebih lurus pastinyaaaa… eaaaa..).
Dan bukannya nggak bisa jalan bareng2 atau gimana tapi baiknya ya memang gini2 aja. Karna jujur, gue pun bingung harus mulai darimana. Lo punya cara sndiri untuk meng-keep sesuatu yang lo sayang dan berarti buat lo. Begitu juga dengan gue. Semoga elo, gue dan yang lain bisa baik2 aja dijalannya masing2. Itu aja kok..
Sori ini SMS panjang banget.. Gue cuma mau sharing aja sedikit tentang apa yang ada di kepala gue.
Maaf kalau tadi pagi ujungnya nggak enak, and now, setelah gue punya lebih banyak waktu untuk mikir. Gue ikhlas kok.. Ngelepasin apa yang mungkin seharusna udah sejak lama gue lepas.
Doain aja gue nggak relapse untuk ngarep2 elo -KITA- lagi..hehe
Gitu aja deh.. Ngantuk gue..
Nite,..
Oke, guys.. seperti itulah akhir kisah yang –pernah- tak berujung itu. Nggak ada yang nggak ada akhirnya, karna pada kenyataannya semua cerita pasti ada akhirnya.
Bohong banget kata-kata.. ‘yang aku mau hanya ada awal tanpa akhir’..
Quotes itu kuat banget dan sempet jadi favorit gue. Tapi sayang itu nggak mungkin.
Nggak ada yang kekal.
Sama halnya dengan cerita di atas. Sesuatu yang pernah gue anggap sebagai yang terindah, terbaik, terhebat, terkeren, terdahsyat dan ter-lainnya. Toh kenyataannya berubah.
You are the best I ever had…
Sesuatu yang pernah menjadi yang terbaik. Dulu..
Bukan saat ini. Karna –layaknya roda yang berputar- saat ini ada hal lain yang jauh lebih baik, lebih indah, lebih hebat, lebih keren, lebih dahsyat dan lebih lainnya yang datang dalam hidup gue dan memberi warna lebih dari sekedar Red, Pink, Blue, Yellow, Green. Ada begitu banyak warna.
Mungkin mereka nggak akan hilang seluruhnya, seenggaknya masih ada yang bisa gue pertahankan walaupun itu nggak utuh. Tapi satu hal yang pasti, jawaban itu sudah ada dan gue melepasnya. Menyimpannya di tempat yang sepantasnya berada.
Tuhan tau, tapi menunggu..
Menunggu gue berhenti kali yaaa.. karna Tuhan tau ada begitu banyak hal yang udah Tuhan kasih dan jauh lebih baik dari apa yang disebut dengan masa lalu.
Saat ini, gue dikelilingi orang-orang yang baik, yang hebat, yang kuat, yang bisa bikin gue ketawa disaat gue sendiri lupa gimana cara ketawa. Dan yang paling penting.. Gue dikelilingi guru-guru berjalan yang selalu ngajarin gue tanpa pernah membuat gue ngerasa ‘kecil’.
Terima Kasih :)
No comments:
Post a Comment