Sunday, December 21, 2008

Semua Hanya Khayalan

Persahabatanku lebih kaya dari apa pun yang ada dalam hidupku

Persahabatanku dapat membuat matahari menangis

Dapat membuat air sungai mengalir dalam sekejap

Bahkan awan pun mendung mendengar ceritaku

Kini waktu kan tinggal membuatku pergi dari masa ini

Masa dimana kudapatkan pencarian keikhlasan dan ketakutanku

Khayalku...

Sepuluh tahun kemudian aku akan bertemu lagi dengan persahabatanku

Di saat itu aku pasti akan ada disampingnya dan tersenyum

Entah sudah berapa kali terjadi pertemuan dan perpisahan

Aku sulit mengekangnya

Mengekang persahabatan yang timbul dari pertemuan takdir

Ku tergagap, terpaku, hingga ku sadar...

Yang sedang terjadi saat ini bukanlah persahabatan sejati

Bukan yang abadi

Yang saat ini kurasakan...

Entah apa itu?

Kegoncangan atau tanda berakhirnya persahabatan itu

Adakah kejujuran hati untuk menjawabnya?

Ku harap jawaban yang terlontar tidak berpihak pada salah satu, antara rasio dan perasaan

Tetapi keduanya...

Karena, jawaban itulah yang akan terjadi untuk sepuluh tahun mendatang

Akankah realita atau hanya sebuah mimpi yang sempurna?

Akankah kudapatkan sebuah jawaban dari semua yang terjadi selama ini?

Aku tahu!

Aku dan mereka harus tegak menantang congaknya dunia

Walaupun aku harus menyembunyikan ketakutanku

Untuk kembali bermimpi, mengkhayalkan sepuluh tahun mendatang

Karena bagiku hari tak selamanya malam

Persahabatanku tak layak untuk disebut bulan biru keabadian

Persahabatanku kalah oleh tantangan matahari untuk melawan kegarangan harinya

Kini, aku sedang dalam perjalanan pulang

Menunggu dengan kualitas teruji yang kelak akan menghidupkanku pada kenyataan

Sejujurnya...

Aku rindu sekali

Aku ternyata belum setegar yang dibayang manusia

Hatiku serasa menimbun jutaan kilo beban tangis yang siap membanjir

Aku rindu menangis demi masa itu

Ku mohon...

Tak inginkan lagi sebuah pelarian

Ku tak mau mencari persahabatan lain di tempat yang berbeda

Aku tak ingin lagi membanggakan persahabatan lain kecuali demi teman-teman seperjuanganku

Bersama mempertahankan suatu rasa sayang

Terkadang aku harus memilih meski aku tidak menginginkannya

Terkadang aku harus merelakan sesuatu karena tak bisa memiliki keduanya

Hanya untuk saat ini

Aku ingin yang terbaik untuk persahabatan kita

Aku ingin sahabatku ada di sini

Mampu dan yakinkah kita untuk bisa menjalani persahabatan kita hingga akhir masa?

Bantu aku untuk kembali mengumpulkan repihan kenangan itu

Bantu aku untuk berdiri kembali dan menyusun puzzle-puzzle itu agar kembali menjadi bentuk yang utuh

Menjadi memori yang takkan bisa kulupakan

Beri aku kepercayaan untuk tidak membenci situasi ini

Karena kebahagiaanku bukan hadir ketika aku mendapatkan seseorang yang aku cintai

Tetapi kebahagiaanku akan datang ketika ku temukan persahabatan sejatiku

Percayalah...

Jika persahabatan itu telah kembali seperti dulu, maka akan kudekap erat dalam hatiku walau itu akan melukaiku

Menorehkan perih didasari pengorbanan, sikap mengalah tanpa keegoisan

Seperti yang saat ini aku impikan

Selamanya hingga waktu hampir membuatku mati

Ingatkah akan hari-hari kita yang menjanjikan ketenangan dan kesunyian?

Di saat-saat kita bersama, berjalan, dan berbicara tentang persahabatan kita

Tahukan mereka?

Bahwa persahabatan kita lebih indah dari kepingan hati bahkan berjuta galaksi

Karena persahabatan inilah aku terbangun, diam dan menjadi diriku sendiri

Sebenarnya tak seharusnya aku bersikap seperti ini

Aku tahu mungkin aku terlalu menyayanginya, menginginkan kembalinya situasi indah itu

Ataukan kurang segala kenangan yang kita jalani selama hari-hari berlalu ini?

Waktu dan perasaan yang memaksaku untuk membuka tabir ini

Mungkin sikapku menunjukkan ketidakpedulianku

Dan telah ku coba untuk tidak mengingat dan memikirkannya

Tapi semakin inginku melupakannya...

Semakin tak bisa menghapusnya dari kepalaku

Aku tak ingin terlambat untuk menyadarinya

Tapi kepada siapa dapat kupuja persahabatan ini?

Dengan siapa ku dapat menjadikannya seperti dulu?

Jangan biarkan waktu memojokkan kita dalam kerapuhan...

Sekali lagi...

-Gue nulis apaan sih??? Nggak jelas banget!! Lebai!! Hahaha... Itu tulisan gue peruntukan buat siapa ya??? Buat semua –terutama temen-temen gue- yang menganggap persahabatan itu penting!!!_

No comments: