Tuesday, January 26, 2010

Untuk Mereka Yang Bermimpi Bersama @betheone

17 Juli 2009-19 Januari 2010
Enam bulan terlewat.. Sesuatu yang tak berasa namun masih tersisa. Yang bahkan pada awalnya saya merasa tidak mampu melewatinya. Yang pada awalnya membuat saya takluk dan nyaris menyerah.

Nyaris… Menyerah…

Tak seperti biasanya. Saya yang biasanya begitu tenang dan santai jika diberikan kepercayaan untuk ‘membawa’ sesuatu mendadak kehilangan gairah. Untuk pertama kali saya merasa takut dan setengah hati untuk menerima kepercayaan yang teman-teman berikan banyak alasan. Ketakutan konyol yang pada berakar pada sebuah komposisi yang nyaris sempurna dari sebuah kotak yang cukup membuat saya merasa nyaman. Jika diingat, saya sungguh cengeng… hehehe

Menjadi seorang yang katanya KM di kelas yang penuh aura dan beraneka rasa mood juga dinamika suasana adalah sebuah tanggung jawab yang berat -menurut saya-. Saya mencoba menggambarkan apa yang telah kita –Bd1- lewati selama dua setengah tahun terakhir.

Kelas yang –mungkin- terbentuk dengan randomisasi atau pertimbangan akademik ini, pertama kali dipimpin oleh Bahtiar Hanafi S. Selama satu semester, kecenderungan yang terjadi KM seperti pelayan kelas. Ingat! PELAYAN KELAS! Seorang diri sang Kepala Suku mengurus kita. Mengambil LCD, mengumpulkan tugas de el el. Ini dikarenakan pada saat itu kita belum menyadari bahwa kelas adalah sebuah negara yang selayaknya memiliki sistem pemerintahan.

Jujur saya mengatakan ini berantakan dan –jeleknya- saya sendiri belum peduli dan belum tergerak untuk membantu. Terlihat juga dengan teman-teman yang lain yang masih sibuk dengan sosialita masing-masing. Kotak… Kotak… dan kotak… Ada banyak kotak di dalam kotak. Sebuah suasana yang sesungguhnya sangat saya benci… Dan entah sejak kapan saya tidak menyukai kotak dalam kotak. Dan sekali lagi, saya tidak menyalahkan sang Kepala Suku. Semua ini salah kita. Kekacauan ini karena kita. Keserabutan ini dimunculkan oleh kita. Tak banyak yang saya ingat tentang saat itu. Mungkin saat itu saya pun sibuk dengan sosialita saya dan lupa kalau dunia saya tidak hanya milik sosialita saya.

Semester dua mulai bergulir dan kepemimpinan berpindah pada Teddy Dj Kurniawan. Terdapat beberapa perubahan di semester ini. Yang saya ingat, Kepala Suku kali ini sungguh care dengan penampilan mahasiswi di kelas. Selama hampir satu semester, kita –para wanita terindah a.k.a xxxxx Girl- selalu diberi inspeksi mendadak oleh sang Kepala Suku. Beruntung sang kepala suku tak memaksa kita memakai karung goni ke kampus. Hehehehe… Piss, Ky..

Disini mulai ada koordinasi antar kita meski saya akui masih terdapat belang bentongnya. Saya masih melihat terkadang sang Kepala Suku bekerja sendirian. Mungkin ini terjadi karena belum terdapat keterikatan hari diantara kita *Jiaaahhhh… Agak jijay saya dengan penggunaan kata-kata diatas*.
Memasuki semester tiga… Untuk pertama kalinya Kepala Suku dipindahkan pada seorang wanita yaitu Astrid Febry Nurdiani. Saya tak banyak mengingat apa yang terjadi pada semester tiga ini. Berubah haluan dari kepemimpinan maskulin menjadi feminin –Oh ya??-. Semester tiga belum begitu banyak perubahan dari semester sebelumnya, hanya saja saya dapat merasakan perlahan tapi pasti sosialita-sosialita yang sempat membuat saya muak mulai mencair. Kita mulai melebur menjadi satu. Mungkin dikarenakan di kelas kita mayoritas wanita sehingga akan lebih mudah memasuki celah-celah sosialita itu jika dilakukan oleh wanita juga. Apapun caranya, saya mulai menyukai kita. Kita mulai banyak menghabiskan waktu bersama. Entah belajar bersama, sholat bersama, kongkow tak tentu, foto-foto konyol sampai membuat video yang acapkali kita lakukan di gedung pascasarjana tak jauh dari gedung Psikologi baru. Diakhir semester sempat diadakan tamasya –ihhh… waww!!- ke Ragunan dimana saya tidak ikut karena banyak alasan. Yang mana dan terutama… I hate animals!!!

Semester empat… Kursi panas masih diduduki Astrid Febry Nurdiani. Sepertinya peraturan pemerintahan seperti layaknya presiden yang dapat dipilih dua kali berlangsung saat itu. Pada semester ini sistem pemerintahan mulai diberlakukan. Nama Afif Mustafa, Ardelin Ayu Primythasari, Arini Nur Haque, Asmasarih Dewi Mandiri, Bahtiar Hanafi S, Endang Laksanawati, Laras Santoso, M. Ahfadh F, Maulida Disa Pratiwi, Mega Amalia, Nurul Khoirunnisa, Nurul Aini, Puri Novianti, Putri Lenggogeni, Ridwansyah, Rina Wulandari, Saiful Bakhri, Septi Aininur dan Teddy Dj Kurniawan menjadi tangan-tangan Kepala Suku di kelas.

Good job… Saya suka dengan keteraturan ini…

Keteraturan bukan peraturan.

Setidaknya kita tak perlu terlihat seperti anak ayam kehilangan induk meski kita masih kehilangan sosok PA. Hahaha… Semakin hari saya merasa kelas ini semakin kompak, loyal, dan yang paling penting, mulai terlihat adanya ikatan emosi. Perubahan yang baik. Sesuatu yang terlihat berubah namun tidak mengubah satu pun dari kita. Kita tetap menjadi kita dalam satu kotak baru yang saat itu hingga kini disebut dengan betheone (Bd1).

Pada semester ini pula lagu dengan judul ‘Be The One’ rampung di tangan MEALODREAM!!!
Sampai akhirnya semester empat berakhir dan pencarian tumbal baru –seperti itulah saya menyebut pemilihan KM setiap semesternya- dimulai. Saya –dengan sangat jujur- tak pernah membayangkan apalagi berharap menjadi tumbal berikutnya. Namun pada realitasnya, kenyataan berkata lain. Sepertinya saya tak sempat mengintip Lauhul Mahfuzh yang Allah tulis sejak jaman Azali, dimana Allah telah menetapkan bahwa pada semester lima nanti saya akan menjadi seorang prefek. GUBRAK! GLUDUK… GLUDUK… GLUDUK… GEDEBUG!! JEDUK!

Hahahaha… Saya merasa mereka yang memilih saya sangatlah salah-salah pilih!!

Apa yang dapat saya berikan pada mereka? Apa yang membuat mereka percaya kepada saya?
Saya adalah seseorang yang sibuk dengan dunia saya sendiri. Saya lebih suka berjibaku dengan benda mati dan tak peduli dengan apa yang terjadi di sekitar saya. Saya adalah seorang K-M dengan kecenderungan egois, asal ngejeplak, tidak sabaran, pemberontak, dan saya bukanlah sosok yang dapat peduli, care, dan segala bentuk sikap juga perasaan yang saya tuliskan tadi bukankah menunjukkan bahwa saya tidak pantas??

Saya adalah penonton, bukan pembuat film apalagi playmaker dalam sebuah pertandingan. Saya lebih suka bekerja di belakang layar dan saya tidak suka menjadi sorotan apalagi pusat perhatian sebagaimana yang terceplak di jidat para prefek selama ini. Tapi dalam sekejap sebuah keputusan mengubah semua itu. Mengubah ‘ke-AKU-an’ saya.

Dan kini enam bulan berlalu… Saya ingin mereview apapun yang telah saya lewati sekaligus apa kejadian yang telah saya lalui bersama mereka.

Dimulai dari ketakutan saya yang sebenarnya justru itu adalah bentuk arogansi saya yang tidak mau menerima bahwa semester ini adalah tanggung jawab saya berada di kelas dengan sebuah nuansa yang berbeda. Sampai saya terlibat perdebatan alot dengan ex-KM yang saat itu ‘seolah’ menantang saya untuk terus berjalan atau kabur kayak pengecut. Panas juga rasanya ditantang kayak gitu. Ditambah sebuah kata-kata dari ex-KM yang lain yang intinya mengatakan… ‘Saya belajar untuk tidak memindahtangankan amanah dan bertanggung jawab atas apa yang telah dipercayakan kepada saya sekalipun itu akan banyak menghabiskan waktu saya…’

Well, saya tidak akan lari… TIDAK AKAN LARI…

Saya mulai merombak struktur kepengurusan yang sebelumnya dengan struktur kepengurusan baru yang berpegang dengan nama-nama yang telah masuk dalam pemilihan calon KM via SMS. Saya ingin mengulas semuanya dimulai dengan mereka yang saya sebut dengan ‘Malaikat Pembawa Kabar Buruk’ a.k.a PJ mata kuliah. Saya urutkan dari hari Senin hingga Kamis..

Islam dan Psikologi…
PJ mata kuliah ini adalah Amalia Ulfah a.k.a Amal. Sejauh ini tak banyak kekagetan yang terjadi pada mata kuliah tersebut selain handout yang sulit didapat dan kontroversi pengumpulan tugas kelompok yang sempat terjadi. Sang dosen –bukan masalah sih- yang sempat mendapat tugas ke Aussie membuat kita sempat terluntang-lantung dengan presentasi yang hanya dari kita, oleh kita dan untuk kita… Yang saya ingat pada mata kuliah ini adalah foto bersama Pak Mujib dengan berbatik!! Batik Days!!! Mata kuliah ini adalah satu-satunya mata kuliah di semester ini yang tidak menerapkan UTS dan UAS tertulis!

Psikologi Agama…
PJ mata kuliah ini adalah Amalia Kusuma Putri a.k.a Amel. Saya merasa cukup merepotkan sang PJ akibat tugas jurnal dimana kita harus mengumpulkan sebuah softcopy, dua buah hardcopy, sebuah translate dan sebuah resume jurnal. Itu belum termasuk sang PJ merapikan semua jurnal-jurnal tersebut lalu menjilidnya dengan hard cover untuk perpus dan dosen tentunya. Satu hal yang saya ingat dari PJ mata kuliah ini, ia mengingatkan saya bahwa kita sangat bersusah payah mentranslate buku Psi.Agama (dan buku in English lainnnya yang disebut buku Bangke! Hahaha) dan semua itu ada harganya. Yang tidak pernah dilupakan adalah saat-saat presentasi dimana presentator akan tegang jika ‘beliau’ hadir. Dan entah kenapa, pada mata kuliah ini kita tak banyak berkicau.

Akhlak Tassawuf…
PJ mata kuliah ini adalah Nurul Khoirunnisa a.k.a Icha. Awalnya saya menganggap mata kuliah ini hanya mata kuliah yang menuh-menuhin SKS alias tak banyak berguna. Alasan pertama, kita bukan sufi. Alasan berikutnya tak jauh dari mata kuliah yang bikin ngantuklah, terlalu sianglah de el el. Yang lambat laun sang Dosen membuka mata kita dengan sebuah pencerahan yang sangat mengena di sini. Terutama tentang ‘mobil parkir dan mental playgroup’. Yang sekarang justru membuat saya berharap beliau akan kembali mengajar kita di mata kuliah berikutnya. Yang saya ingat dari PJ mata kuliah ini adalah sebuah kasus tentang ‘JAM 3’. Hari dimana saat itu kita tampak sebagai pemberontak yang KEREN! Hehehe..

Psikometri..
PJ mata kuliah ini adalah Rina Wulandari a.k.a Rina. Baru menuliskan mata kuliah ini saja sudah membuat saya cengengesan *cengar-cengir tak jelas*. Kalau diingat mata kuliah ini sungguh mengharu biru! Wakakak.. Tak terhitung *lebayyy* berapa kali kita berkasus disini. Dimulai dari LCD yang tidak bisa menyala, mengcopas tugas yang dikerjakan bersama sampai petang dan membuat saya sempat disapa ‘olehnya’ selepas maghrib, gosip sana-sini yang membuat saya tertawa lepas, komentar-komentar di facebook, miscom yang mendadak membuat bete sang PJ juga kita. Dan mata kuliah inilah yang menutup kabinet saya dengan sebuah kasus pemberontakan konyol yang berakar dari sebuah notes di facebook. Sekali lagi, saya merasa kita sungguh PEMBERONTAK yang COOL dan SANTAI!!! I LOVE BD1!!!

Metodologi Penelitian II…
PJ mata kuliah ini adalah Ardelin Ayu Primythasari a.k.a Adel. Berbulan-bulan jadi PJ mata kuliah ini, Adel pantas aja dinobatkan sebagai PJ tergahol dan tersantai!! hehehe… Saya akui mata kuliah ini cukup menguras hati, fisik dan psikis. Tidak etis juga kalau saya jabarkan seberapa besar penderitaan kita pada mata kuliah ini *lebayy lagi*. Sampai saya pun sempat mengatakan bahwa saya sakit hati pada mata kuliah ini atas ketidakkonsistenan yang pernah ada selama berjalannya KBM. Tapi PJ-nya pasti lebih sakit hati daripada saya. Bukan begitu, Del?? Hohoho.. Sesulit apapun yang kita hadapi pada beberapa bulan di kelas ‘neraka’ *upppsss*, toh dengan kekuatan bulan dan gotong royong serta tolong menolong, pada akhirnya kita melewatinya dan saat itulah kita –saya tepatnya- merasa satu ikatan sudah terlepas dalam hidup saya. HORE!!!

Psikologi Kepribadian I..
PJ mata kuliah ini adalah Asmasarih Dewi Mandiri a.k.a Ade. Satu-satunya PJ mata kuliah yang selama 5 bulan masa jabatannya tak pernah membawa kabar buruk akhirnya memecahkan telornya sendiri dengan sebuah kabar buruk ‘BESOK PRESENTASI LANGSUNG 3 KELOMPOK YAA…’ yang sampai di telinga eh inbox SMS saya pada pukul 20.00 dan membuat Nurul Khoirunnisa, Rina Wulandari, Teddy Dj Kurniawan, Astrid Febry Nurdiani, Arini Nur Haque dan Yushi Widya Pramita selaku kelompok yang akan berpresentasi kelabakan dan bekerja keras hingga keesokan paginya. Meski begitu –banyak diantara- kita yang menganggap mata kuliah inilah yang paling MENEMPEL pada semester ini. Memang menurut saya mata kuliah ini menarik dan tak banyak menuntut. Bahkan mendekati akhir perkuliahan Bu Rena malah mencabut tugas terakhir yang sebelumnya telah tercantum di silabus. SENANGNYA!!!

Psikodiagnostik Observasi…
PJ mata kuliah ini adalah Putri Lenggogeni a.k.a Putri. Hal yang paling berkesan pada mata kuliah ini adalah kenomadenan kita akibat kurang cakapnya koordinasi di akademik. Yang membuat saya mengeluarkan sumpah serapah dalam hati atas kelas yang terus disabot hampir di setiap minggunya. Tak terhitung berapa kali kita harus mengais kelas padahal seharusnya kita mendapat kelas yang tetap. Membuat saya dan Putri berulang kali naik turun tangga mencari kelas yang kosong. Belum lagi LCD yang kerap bermasalah. Beruntung dosen mata kuliah ini adalah sosok yang sabar –terutama menanggapi kita yang kadang tak terkendali-. Seingat saya, hanya pada mata kuliah ini kita terlibat perdebatan yang cukup alot dan keras. Dan saya akan sangat merindukan saat-saat itu...

Psikologi Eksperimen…
PJ mata kuliah ini adalah Puri Novianti a.k.a Puri. Saya akan mengatakan bahwa pada mata kuliah inilah saya benar-benar merasa kuliah. BENAR-BENAR KULIAH! Merasa tertantang dan ditantang. Sesaat kita seolah terbagi dan terpaku hanya pada kelompok-kelompok kecil dimana pada kelompok itulah kita membuat sesuatu yang tak biasa dari mata kuliah lain. Sebuah penelitian eksperimen! Sesaat juga saya merasa mata kuliah ini hanya memporak-porandakan kita saja. Setiap saat yang terlihat kelompok.. Kelompok… Dan kelompok. Seperti kembali ke semester satu. Namun pada akhirnya saya kembal ke satu titik… Semua ini tidak akan mengubah kita… Semua ini hanya sesaat. HANYA SESAAT! Dan saya pun ikut terbawa di detik-detik 5 Januari 2010 yang mendebarkan itu. Ketegangan yang diakhiri sebuah apresiasi.. YIPPIE!!!

Psikodiagnostik Wawancara…
PJ mata kuliah ini adalah Laras Santoso a.k.a Laras. Mata kuliah yang juga tak banyak menuntut. Kita diberikan tugas membuat video, PP dan juga makalah sesuai topik yang telah dibagikan –Itu mah banyak juga ya??? Hahaha-. Tak banyak kesulitan -kecuali UAS yang berasa TOEFL English- di dalam perjalanan mata kuliah ini. Hanya sedikit sandungan yang tak jauh berbeda dengan mata kuliah lain seperti kelas disabotase, LCD error de el el yang tidak terlalu memeras otak saya. Tayangan video menjadi satu hal yang paling ditunggu setiap mata kuliah ini berlangsung. Yang tak pernah saya lupa adalah sebuah kejadian rutin yang terjadi setiap kali mata kuliah ini berlangsung. Setiap minggunya… Dari rentang waktu 10 menit sebelum azan zuhur hingga setengah satu, secara ‘ajaib’ pintu ruang kelas selalu terbuka dengan sendirinya dan itu selalu membuat kita menoleh secara bersamaan pula! Ihhh… WAW!!!

Berikutnya, saya ingin mengulas PJ yang lainnya…
Maulida Disa Pratiwi dan Arini Nur Haque sebagai PJ absensi juga Septi Aininur dan Maria Zakiah sebagai bendahara kelas. Saya merasa bersalah kepada mereka karena pada kenyataannya saya tidak selalu mem-back up catatan harian absensi juga laporan keuangan yang telah mereka lakukan setiap harinya. Entah apa yang terjadi dengan saya. Saya ternyata cukup berantakan dan terlalu terfokus dengan PJ mata kuliah yang hampir setiap harinya meng-up date kabar terbaru yang lebih sering Bad News-nya. Hehehe

Endang Laksanawati, Suci Indah Triedna dan Larassofi Iqlima sebagai PJ fotocopy. Dengan ketiga PJ ini saya juga kurang berkontribusi. Saya jarang menanyakan apa masalah yang mereka hadapi dalam menjalankan tugas tersebut. Mudah-mudahan sih tidak ada masalah berarti. Sekali lagi… Saya melewatkan sebuah tangung jawab.

Ridwansyah sebagai PJ LCD. Satu-satunya pria dalam kepengurusan ini. Mungkin juga tak banyak masalah dan sang PJ sering ketiban pulung kalau teman-teman lupa dengan jadwal pengambilan LCD. Semoga Ridwan menikmati tanggung jawabnya selama beberapa bulan terakhir ini.
Saya ucapkan banyak terima kasih kepada ketujuhbelas rekan saya di atas. Mohon maaf kalau selama ini saya banyak mengatur, menuntut, bawel, dan banyak kesalahan lainnya. Saya ingin mengatakan hal yang sama dengan apa yang saya tuliskan via SMS waktu itu…

Semua ini DARI KITA… OLEH KITA… UNTUK KITA…
KITA = BE THE ONE

Kepada ketujuhbelas rekan Bd1 yang lainnya.Yang tetap berkontribusi banyak dalam kepengurusan ini. Mohon maaf karena tidak dapat saya sebutkan satu per satu. Terima kasih atas kesediaannya menjadi tangan-tangan saya (terutama bagi PJ LCD). Semoga semua ini tetap berjalan sesuai apa yang kita harapkan.

Kepada ketiga ex-KM Bd1.. Bahtiar Hanafi S, Teddy Dj Kurniawan dan Astrid Febry Nurdiani yang selama ini cukup saya repotkan dalam diskusi-diskusi kecil menyangkut kelas. Ketiga orang diataslah yang cukup menjadi beban saya pada awalnya. Saya takut merusak apa yang telah mereka jalani selama dua tahun terakhir. Apa yang telah mereka bangun dengan pelan namun pasti. Saya takut merusak konstitusi yang sudah mereka jalani dengan baik dan kompak ini. Dan alasan terbesar dari ketakutan saya dikarenakan bagi saya, kelas ini bukan sekedar kelas.

Kelas ini adalah keluarga..

Kelas ini adalah kumpulan hati, emosi, obsesi dan juga ekspresi yang begitu meluap-luap. Yang mana saat itu saya merasa tidak pantas memimpin sebuah keluarga yang begitu hidup. Bahkan mungkin terlalu hidup dalam hidup saya yang sebenarnya juga sangat hidup. Hehehe..

Saya senang bekerja sama dengan teman-teman saya… Saya bangga menjadi bagian dalam Bd1..

Maaf… jika selama ini masih terdapat banyak kekurangan, belang-bentong sana-sini..

Maaf… jika saya belum bisa memberikan sesuatu seperti yang teman-teman harapkan. Saya berusaha mencoba semampu saya. Melewati batas dari apa yang saya bayangkan akan dapat saya lakukan dan beberapa bulan yang telah terlewat adalah bentuknya. Semua itu memang bukan aktualisasi tertinggi yang saya miliki, namun itulah yang telah saya beri dengan hati, bukan lagi arogansi. Saya sungguh menikmati detik-detik itu…

Kini…

Selamat atas terpilihnya Amalia Kusuma Putri sebagai Kepala Suku Bd1 ter-gress. Apapun caranya… Kita percaya pada dirimu, Mel…!!! Hehehehe

SEMANGAT!!! I LOVE U FULL, BD1!!!

1 comment:

Esthy said...

secara jujur... lo punya bakat buat bikin semua tulisan-tulisan pribadi jadi artikel ilmiah... semua tulisan lo strukturnya jelas banget n keliatan kalo orangnya tuh psti trmsuk kaum yang logis-praktis...hehe... kayanya lo cocok ka aish bikin tulisan yg genrenya fiksi ilmiah gitu...