Sebut saja kita ini adalah para wanita terindah hasil randomisasi kelompok kelas pada mata kuliah Psikologi Eksperimen. Terbentuklah kelompok 2 (saya baru menyadari bahwa kami kelompok 2 setelah hampir dua bulan kelompok ini terbentuk. Hahaha). Dimana kami diharapkan melakukan sebuah penelitian dengan bobot nilai tertinggi 35% yang juga dijadikan sebagai nilai UAS!! Oh my… Allahu Akbar!! Hehehe
Kelompok Expe ini terdiri dari saya (Aisyah Ning Asih) a.k.a aish yang sangat lucu (semoga yang baca nggak muntah!!), yang kadang kala suka menghilang saat teman-teman berkumpul karena berbagai alasan menyangkut kelas, organsasi dan kelompok mata kuliah lain. Saya yang sering dijadikan ‘tumbal’ untuk berdiskusi dengan kakak-kakak mentor. Yang kalau kata anak-anak kelompok, kalau nggak ada saya, kelompok ini nggak jalan-jalan. Ya iyalah, kalau jalan-jalan kan nggak kelar-kelar. Ngerjain tugas kan sambil duduk dan ditemani tumpukan buku. hehehe
Dewi Susanti a.k.a Diwe sang pencari sekolah untuk Expe, pengaduk-aduk Point Square untuk mencari VCD Dora dan tukang belanja makanan buat Expe. Entah apa kompensasi yang ia berikan kepada kepala sekolah hingga memberikan jalan yang mulus bagi kita semua. Cieeee… yang bakal magang akibat kompensasi expe. hehehe
Eka Rahmawati a.k.a Eka yang juga nyariin sekolah yang tadinya mau kita jadiin pilot study tapi kagak jadi mengingat waktu yang semakin menjepit namun tugas-tugas lain semakin membebani kita. Dia yang suka bingung mau ngapain kalau lagi ngumpul.Yang penting mah ngumpul, Ka… Ngapainnya nggak usah dipikir… Ntar juga jadi. Hehehe..
Laras Santoso a.k.a Laras adalah biang kerok dan penggodok tawa dalam kelompok ini. Jangan tertipu dengan wajah polosnya karena dibalik itu semua tersimpan sesuatu yang luar biasa sarap! Hahaha.. Biar ngocol-ngocol gitu, kalau orang-orang di dalam kelompok udah pada stuck, dia bisa nyeletukin sesuatu yang ujung-ujungnya adalah solusi walopun diceletukin dengan cara yang agak ‘maksiat’ alias jail. hahaha
Larassofi Iqlima a.k.a Mbip merupakan pasangan sarap dari Laras. Nggak tau kenapa mereka berdua itu kayaknya dilahirin untuk memprodsuksi eh memproduksi tawa. Kalau Larasnya udah capek ngelawak, pasti gantian deh nih orang yang ngelawak. Begitu juga sebaliknya. Dan kalau mereka berdua sarapnya barengan, alhasil kita kelamaan ngelawak daripada ngerjain tugas.
Nurul Khoirunnisa a.k.a Icha yang paling rajin diantara kita semua. Icha yang paling rajin ngingetin ngerjain tugas. Paling rajin nyari bahan. Paling rajin diskusi sama senior. Paling rajin ke perpus. Paling rajin memberhentikan tawa kita karena kelamaan ketawanya dan penyebar virus rajin ke Lipi. Pokoknya Icha tuh yang paling rajin deh. Hahaha
Rina Wulandari a.k.a Rina sang pembawa kue. Dikarenakan ibu Rina jago membuat kue, Rina juga didaulat mengurusi konsumsi. Rina yang paling sering nyari bahan dari google. Rina itu yang paling sabar. Kalau kita pada nyeleneh, Rina senyum-senyum aja. Tapi Rina pernah bandel juga saat bersama dengan gue dan Mbip lagi kumat isengnya. Cerita selengkapnya akan dikupas pada pembahasan selanjutnya.
Bagi saya Expe seperti hidup dan mati. Mata kuliah yang tak hanya membutuhkan IQ, tapi juga EQ dan SQ. IQ jelas penting, mengingat kalau salah satu dari kami moron atau Idiot, dapat dipastikan hanya akan menyusahkan yang lain. EQ, lebih penting karena semester 4 kita tidak hanya disuapi makul expe tapi juga makul lain yang nyaris membuat otak meledak. Dan EQ dibutuhkan untuk menjaga stabilitas mood, adaptasi tak hanya antar teman sekelompok tapi juga pada AKADEMIK dan pihak sekolah yang akan kita eksperimen. SQ, tak kalah penting menjaga hubungan baik dengan Sang Pencipta. Banyak-banyak berdoa semoga penelitian ini berjalan dengan baik dan lancar. Bisa dibilang kita rada parno dan sempat berucap, “Nggak muluk-muluk sampai 35%, 30% pun udah makasih banget sama Allah…”
Beberapa hal yang sempat terekam tak pernah mati selama kurang lebih 4 bulan lamanya dengan para wanita terindah tersebut:
1. Makul ini membuat saya menginjak LIPI untuk pertama kalinya. Dapat saya katakan, kelompok saya yang paling sering menginjakkan kaki ke LIPI. Paling banyak dari anggota kelompok ini mungkin 3-4 kali, sedangkan saya baru 2 kali. Tapi paling tidak, kelompok 2 yang paling sering mengingat kelompok lain tak banyak yang melakukan hal yang sama.
2. Kelompok 2 beberapa kali sempat mengganti judul penelitian. Judul pertama yang dibuat pada saat jam makul Expe berlangsung itu kalau tidak salah adalah ‘Pengaruh Jarak Tempuh Kuliah Antara Mahasiswa Yang Ngekost Dan Tidak Terhadap Prestasi Belajar’ yang langsung mendapat sambutan hangat dari sang mentor, “Kalian mau buat eksperimen dengan nyuruh mereka yang biasa ngekost naik angkot pulang pergi dan yang nggak ngekos terus ngekost?”… Amplop!!! Dodol sangat tuh judul. Untung aja belom ke publish sampai ke Bu Yunita dan anak-anak Bd1 yang lain. Langsung aja kita ganti dengan judul lain yang saya lupa judulnya apa. Kalau nggak salah judulnya berbau-bau –sok make- Anova gitu soalnya ada tingkatan IV tentang kata mudah, kata sedang dan kata sulit. Entahlah… Kalau saya boleh sok inget kayaknya ‘Pengaruh Perbandaharaan Kata Terhadap Kemampuan Berbahasa Pada Anak Usia Dini’.Pokoknya seperti itulah garis besar judul kedua kita seperti itu deh. Dan hal bego kita lakukan pas kita nentuin apa yang dimatching atau diblocking. Kita (kecuali Icha secara dia yang paling waras di kelompok ini) malah sok-sokan niruin kata-kata tertentu dengan logat Batak, Ambon, Bali, Jawa, Tegal, Solo, Sunda, Padang, dll, untuk mencari tau apakah jenis suku menjadi sesuatu yang harus di blocking?? Dodol…
3. Mendekati weekend –setelah Expe hari Kamis usai-, Icha ngajakin ke LIPI. Saya yang belum pernah kesana menyambut antusias. Saya sempat ngotot-ngototan kalau Sabtu LIPI tutup tapi kenyataannya buka. Duhh… Bikin malu aja sama Icha. Hehehe… Kalau tidak salah pertama kali ke LIPI hanya saya, Icha dan Laras aja. Saat itu Icha dan Laras menemukan IV-IV baru (tapi yang saya ingat hanya satu) yaitu, Metode Pembelajaran Jollyponic’. Saya yang tak mengerti hanya mengangguk-angguk dan berharap Lasa-Icha benar-benar mengerti apa itu si Jolly-jolly karena saya sama sekali tidak mengerti. Parahhh…
4. Satu minggu sudah ‘Pengaruh Metode Pembelajaran Jollyponic Terhadap Kemampuan Bahasa Terhadap Anak Usia Dini’ resmi menjadi judul kita. Kita mulai mengumpulkan bahan-bahan yang berujung… BATAL! Seminggu lamanya, 50% dari kami -termasuk saya- tak mampu menguasai materi tersebut. Kami pun memerah otak mencari judul –lebih tepatnya IV- pengganti yang sekiranya dapat kita gunakan namun tanpa mengurangi rasa hormat terhadap bahan-bahan lain yang telah kita kumpulkan.
5. Berpikir… Berpikir.. Berpikir.., dengan berbagai gaya (yang dapat saya pastikan hanya Icha seorang yang gayanya masih layak disebut orang normal) mulai dari duduk, berdiri, terlentang, telungkup, split (khusus buat Mbip. Hahaha), Kaki di kepala, kepala di kaki (yang ini lagu Peterpan), akhirnya lahirlah sebuah judul baru. Dengan bangga kita persembahkan judul sebagai berikut, ‘Pengaruh Tayangan Dora The Explorer terhadap Kemampuan Berbahasa pada Anak Usia Dini’. Yippieee!!! Ini sih gancilll!!!
6. Mulailah kami merumuskan titik permasalahan –saya heran, kenapa laporan penelitian dalam bentuk apapun selalu mencari masalah-, menyusun laporan dengan mencari data dan instrumen yang dibutuhkan. Sempat kita mengganti judul menjadi ‘Pengaruh Tayangan Dora The Explorer terhadap Kosakata Bahasa Inggris pada Anak Usia Dini’. Saat itulah kita menyadari bahwa film Dora itu hanya sedikit menggunakan kosakata yang kita butuhkan. Belum lagi kebanyakan film Dora dengan banyak vocab ternyata full in English. Dengan santainya Mbip sempat bilang ‘Udah, kita kasihin subtitle aja..’. Rina pun mulai mengcopy film Dora. Selama film dicopy, seperti biasa kita sibuk bergosip, foto-foto dan bertingkah gaje di dalam perpus yang ujung-ujungnya Rina berkata, “Filmnya nggak bisa dicopy!” Ohh.. My… Padahal gampangnya, harusnya dari awal kita nggak perlu ngopy untuk ngasih subtitle karena anak usia dini itu belom bisa baca. Hehehe
7. Karena perpus fakultas yang memiliki waktu operasional sangat cepat, akhirnya kita berpindah ke dalam salah satu kelas. Dalam kelas itu, yang saya ingat ada kelompok 5 (Ade, Amel, Arini, Nuni, Fitri, Puri, Arki, Nino) yang juga mengerjakan Expe dipojok ruangan. Ada juga Acid, Ridwan dan Eda dari kelompok 3 Expe yang entah mengerjakan apa. Kalau nggak salah Acid ngerjain Metlit, Eda ngerjain Psi.Agama. Ada juga Gusti dari kelompok 4 Expe yang juga sedang mengerjakan tugas kelompok bareng Eda dan Ade. Juga Babe yang gaje dah tuh orang ngapain di kelas. Di kelas, kita mulai menyambungkan koneksi via internet demi membuka situs yang mencari flm Dora.
Terbukalah pameran laptop di kelas. Lepi Mbip, Diwe, Laras dan Icha terbuka. Laras, Mbip, Rina dan Icha bergantian membuka youtube mencari-cari film. Ridwan, Eda dan Babe telah menghilang dikarenakan Jum’atan. Tinggallah kami para wanita berjibaku dengan tugas-tugasnya. Hingga tiba saatnya Laras dan Eka yang berhadapan mencari film, Entah apa yang mereka –ditambah Acid- lakukan hingga terkikik geli di depan layar. Hingga akhirnya Laras mencetuskan grup baru bernama xxxxx Grl! Hwahahahaha… SARAP!!! Saya hanya bisa tertawa sambil nungging-nunging mendengar celetukan polos Laras yang terkena bujuk rayu jin macam Eka dan Acid. Walopun sebenarnya Laras pasti pemilik andil terbesar atas terbentuknya nama kontroversial tersebut. Piss, Ras… ahaha
8. Sejak saat itulah genk xxxxx girl itu mendunia di Bd1. Mulai tercipta lagi lebel lain macam papan PxxxGxxxxxN, TxxPxxKx, KxMPxS, de el el… Semua berawal dari searching film kelompok kita. Haduhh… Namun kabar baik diatas kenakalan kita diatas adalah… Berjodohnya kita dengan sebuah film yang dapat mendukung penelitian kami yaitu film ‘Lets learn English blablabla..’ yang sialnya tidak bisa didonlot. Hiks… Karena itulah weekend kita penuh dengan ketegangan. Kita harus mendapatkan VCD itu! Hidup atau Mati! Hahaha… Masing-masing dari kita terus mencari VCD tersebut bagai Ghostbuster mencari hantu sampai akhirnya Rina membuat tag via FB yang menyatakan bahwa ia menemukan VCD Lets Learn English Vol.2 tersebut di Giant dekat rumahnya… Ohhh mayyy gooottt!!! Kita pun menarik napas lega dan dapat tidur dengan tenang.
9. Hari-hari berlalu dengan kami yang menyusun laporan dengan judul baru, ‘Pengaruh Tayangan Film Kartun dwibahasa (Inggris-Indonesia) terhadap Perbendaharaan Kata pada Anak-anak Awal’ diiringi sikap-sikap labil, panggung sandiwara, video gaje dan foto-foto narsis dimanapun kita berkumpul. Nggak keitung apa dan berapa celetukan yang bisa buat perut sakit dan pembaca mungkin sudah bisa menebak siapa pemberi stimulus dari kegilaan kita ini. Duo nama kembar itulah otak dari segalanya.
10. Mangapa kelompok ini disebut dengan Hompimpa Alaihum Gambreng??? Itu dikarenakan banyak hal. Kita selalu menggunakan hompimpa saat melakukan berbagai hal seperti membuat surat, membagi tugas bahkan menentukan kelompok kontrol dan Expe. Pokoknya sementok-mentoknya menggunakan hompimpa. Hehehe
11. Tibalah saat-saat penelitian.. Saya, Rina, Eka dan Diwe yang rumahnya nun jauh di mato, direlakan menginap di kosan Icha-Laras juga kontrakan Mbip, Yushi dan Eva. Malam saat mengnap itulah saya, Mbip dan Rina melakukan kejahilan pada Icha yang sampai sekarang Icha tak menyadari bahwa tengah kita jahili. Malam-malam kita emang belom ngecek LCD sampai akhirnya Icha ngingetin. Ohhh mayyyy Gooott!! Lupa euy.. Kita pun beranjak mencoba LCD tapi bilang sama Icha kalau kita udah pada ngantuk dan mau bobok. Dan itu membuat Icha agak kalang kabut. LCDnya memang sempat tidak menyala dan malah kita jadiin latar buat foto-foto, namun akhirnya muncul Pahlawab Bertopeng dengan wujud Ridwan (Makasih banget, Wan!!) yang bersedia datang ke apartemen pada jam 11 malam dan membuat LCD itu menyala dengan terang benderang! Hore!!!
12. Tertidurlah kita dengan sebait doa nan tulus semoga Allah memudahkan penelitian kita juga kelompok 5 pada esok hari. Kita bangun pagi-pagi… Berangkan dengan taksi disaat mentari belum menampakkan wujudnya dengan sebuah doa yang baik. Mbip sama Eka sempet-sempetnya minta restu nyokap masing-masing pas di dalam taksi. Dan sesampainya di sekolah tersebut… Kita menemukan masalah baru. Kita lupa bawa speaker. Kembalilah Diwe ke rumahnya untuk membawa speaker dan penelitian berlangsung dengan semestinya. Biar kata peneltan berlangsung selama 2 jam, kelakuan anak-anak bocah itu suksesmerontokkan badan juga suara kita. Alhamdulillah, semua dilewati dengan baik..
13. Melewati tahap menelitian, kita mula menggodok hasil penelitian dengan H2C yang sangat besar. Saya dan Icha yang ketiban tugas menganalisis hasil berusaha menenangkan diri. Yang lain melengkapi bahan kajian teori demi suksesnya penelitian kita. Berhari-hari penuh diskusi dengan sesama Bd1, juga mentor membuat laporan penelitian kita selesai tepat waktu. Uhuy!!! Sempat ada accident kehilangan surat penelitian yang berujung saya, Eka dan Diwe ‘membantu’ Pak Yordan merapikan berkas-berkas surat di akademik demi mendapat copyan surat penelitian kita. Oh, No!
14. Untung tak dapat diraih tapi malang sempat ditolak, pada 4 Januari 2010, tepat di har pengumpulan laporanpenelitian, kita menyadari sebuah kesalahan cukup fatal yang kita lakukan. Sebenarnya yang duluan nyadar tuh Rina sih. Hehehe… Beruntung laporan belum dikumpulkan ke pusat sehingga pihak akademik mengijinkan untuk merapikannya dan… jreng-jreng-jreng-jreng…!!! Selesai juga dalam waktu kurang dari setengah jam!!!! Kita kembali berkumpul untuk membahas pembagian tugas presentasi yang lagi-lagi dengan hompimpa!
15. Tepat 5 januari 2010, setelah semalam saya kebingungan menentukan jadwal kuliah Expe, presentasi kelompok dimulai. Kita kembali menyadari kekurangan -BUKAN KESALAHAN- kita pada laporan penelitian Expe kemarin. Selain itu, kita yang awalnya telah bersiap dengan pembagian per bab mendadak jengah saat mengetahui waktu presentasi yang diberikan hanya 10 menit dan presentator hanya seorang -paling banyak 2 orang presentator plus pengatur PP-. Sontak kepala anak-anak kelompok 2 mengarah pada saya. Saya aware, “Apa tuh maksud tatapan itu?”. Mereka cengengesan. “Yang maju elo aja ya???”… Wakwawww… Saya??? TERLALU! ITU SEMUA TIDAK MUNGKIN! *LEBAYYY!!!* Hahahaha… Semalam saya belum membaca apa-apa mengingat hasil hompimpa menunjukkan bahwa takdir saya mempresentasikan bab 5. Tapi kayaknya takdir itu hanya berlaku sampai tanggal 4 Januari usai karena kenyataannya 15 menit kemudian saya bercuap-cuap mempresentasikan hasil penelitian sendirian dan ditemani Mbip yang mengatur slide-slide presentasi kita. Menit-menit berlalu Bu Yunita akhirnya memberikan nilai yang cukup memuaskan 30%!!! Kalau diingat, seperti itulah doa kita sebelum memulai penelitian dan Allah menjawabnya. Saya makin girang saat melihat catatan yang penilai yang menuliskan bahwa presentasinya oke! Kita toast dan kegirangan seketika karena nilai tersebut tertinggi kedua dan menjadi hak milik kelompok 2 dan 3 dimana disana bersemayam Adel, Acid, Maul, Puri, Ratu, Eda dan Ridwan.
AHA! Usai sudah penelitian kita… Namun semoga bukan menjadi kerjaama kita yang terakhir. Tapi kita belum sempat celebrate mengingat setelah ini langsung UAS dan libur panjang… Hwaaaa… Pengen ke Blenger, PH atau KFC Petronas… Kemana kek, paling ujung-ujungnya hompimpa dulu.
Entah seperti apa Allah menuliskan jalanNya hingga mempertemukan saya dengan enam gadis beraneka rupa tersebut dalam satu kelompok…
Saya sangat menikmati masa-masa penelitian ini berjalan. Kebingungan, kebodohan, kelemotan, kecanggungan, ketakutan, kelelahan, ketegangan, kesenangan, kegembiraan, kepuasan dan berbagai perasaan yang telah bercampur aduk disini.. Semua menjadi satu momen tyang tak terganti juga tak terlupakan di semseter ini selain pengalaman menjadi KM juga pengerjaan tugas pada kelompok-kelompok pada mata kuliah lain. Notes ini ada karena rentang waktu yang saya pergunakan dengan mereka adalah yang terbanyak juga terpanjang jika dibandingkan dengan kelompok di makul lain.
Setiap kelompok pada makul memiliki kesan juga harapan. Tanpa bermaksud mengabaktirikan yang lain dengan membuat notes ini, saya sangat berterima kasih dengan semua teman yang telah bekerja sama dengan saya pada semester ini juga semester-semester sebelumnya. Semoga apa yang teman-teman lihat pada diri saya tidak membuat teman-teman bosan berkelompok dengan saya yang sangat lucu,baik hati dan tidak sombong ini…
Makasih untuk Acid, Rina, Arki, Nuni, Aat pada makul Psi. Islam…
Makasih untuk Mega dan Ipul pada makul Psi. Agama…
Makasih untuk Laras, Arini, Adel, Aat, Putri, Eda, Arki, Ipul pada makul Akhlak Tassawuf..
Makasih untuk Mbip, Ipul, Milcham pada makul Psikometri…
Makasih untuk Diwe, Icha, Eka, Laras, Mbip, Rina pada makul Metlit 2 dan Expe…
Makasih untuk Indah - Gusti pada makul Psi. Kepribadian…
Makasih untuk Adel, Arini, Puri, Yushi, Janu, Rahma, Nino pada makul Pd. Observasi…
Makasih untuk Yushi, Amal, Ratu pada makul Pd. Wawancara…
Makasih untuk semua member Bd1…
Selamat bertemu pada kelompok-kelompok selanjutnya!!! Cheeerzzzz!!! ^,^
1 comment:
Wow salut deh buat hompimpa alaihum gambreng
meski grudag grudug ( ihh gak kebayang deh, gimana kenyataannya)
pastinya tetep kompak dan menghasilkan sesuatu yg istimewa.
keep spirit
goodluck sis..
Post a Comment