Tulisan kedua saya untuk yang terindah di masa perkuliahan..
Di awal perkuliahan, Bunda pernah bilang, 'Kak, nanti Kakak bakal ngerasain deh gimana baiknya dan kedekatannya dengan teman-teman kuliah di S1. Yang mungkin Kakak gak akan dapat selama SD-SMA bahkan kalo nanti Kakak S2 atau S3'.
Saat itu saya hanya mengernyitkan dahi, meragukan. Dalam hati sempat menyeletuk, 'itu mah karna Bunda nggak ada temennya aja pas kuliah S2 dan S3' =p
Saya sudah cukup memahami bagaimana pola 'teman semusim'. Yang hanya akan ada saat senang dan hilang saat susah. Yang hanya ada pada waktu tertentu lalu menghilang.
Saya menjalani hari-hari pertama saya dengan efek datar. Setahun pertama saya bahkan masih tidak mampu menjodohkan nama dan wajah teman-teman sekelas saya dengan benar.
*apa gak huff lo??
Saya juga menyadari terdapat beberapa 'kotak' dan saya tidak peduli. Saya hidup untuk diri saya sendiri saat itu.
Tahun kedua saya mulai merasakan euforia yang berbeda. Saya tidak mengatakan mengenal mereka dengan sangat baik, namun saya pastikan saya menyukai mereka semua dan ingin mengenal mereka lebih dekat secara personal.
Di tahun ini mulai timbul gesekan-gesekan kecil. Haha.. Namanya juga hidup di lingkungan sosial bersama hampir 40 orang dengan isi kepala yang berbeda, sudah tentu konflik banyak terjadi. Namun justru dengan adanya konflik *yang tidak mau saya sebutkan* itu saya semakin mengenal teman-teman saya.
Tahun ketiga, saya tidak hanya menyukai tapi saya menyayangi.. Saya jatuh cinta pada mereka tanpa terkecuali =p
Begitu yang terjadi hingga hampir menginjak akhir tahun keempat. Meski saya akui ada beberapa hal yang terkadang membuat saya sebal dengan mereka (note: Untuk mereka yang...). Tapi sampai hari ini saya sayang mereka, selalu kangen mereka dan itu mengalahkan sebelnya saya dengan mereka.
Ada banyak alasan mengapa saya bisa jatuh cinta pada mereka. Mereka di hati saya:
Mereka penuh keajaiban dan 'mukjizat dunia' deh ketemu mereka. Sangat tidak menyesal melepas ST demi S.Psi =)
Mereka 'abnormal' dan sangat abnormal yang mengaku normal
Mereka selalu berhasil membuat saya tertawa bahkan disaat paling krusial bagi saya ataupun mereka
Mereka adalah penyakit sekaligus obat. Contoh kecil, penyakit prokrastinasi bisa tertular dari mereka. Namun bila ada salah satu yang mulai pameran berhasil sembuh dari prokrastinasinya, yang lain tanpa sadar 'latah' ikutan sembuh deh.
Mereka sama sekali nggak alay cuma saya pastikan cukup pantas disebut lebay =p
Mereka team work yang oke (dalam 1 kelompok ada yang jadi timer, ada yang super serius kalo ngerjain tugas, tukang jarkom, tukang ngebodor, tukang ngejeplak, tukang tidur, komplit deh!) sekalipun satu kelompok ada kemungkinan orang yang rajin ngumpul jadi satu, besar kemungkinan pola seperti ini akan tetap ada. Laeder vs follower.. Tapi tetep kompak!
Mereka sangat susah untuk fokus dengan satu bahasan yang lama dalam satu waktu. Pasti nemplok kemana-mana dan panjang.
Mereka itu warna dan saya paling suka saat mereka satu warna (180111) =)
Mereka itu inspirasi.. Bisa jadi tulisan, bisa jadi lagu, bahkan bisa jadi film!
Mereka adalah kompetitor terhebat yang pernah saya temui. Orang-orang yang tak hanya mengajak saya bersaing secara sehat tapi juga mengulurkan tangan di saat saya tersesat.
Mereka pengubah mood paling cepat! Dari galo jadi gelo!
Masih banyak tentang mereka dan karena kisah saya dan mereka belum berakhir maka saya tidak akan mengakhiri tulisan saya tentang mereka..
Saya kini mengerti apa yang saat itu Bunda maksud..
Saya menemukan mereka..
Saya memiliki mereka..
Mereka aka Bd1..
You're the best I ever had, Guys..
Saya tak dapat menuliskan sesuatu yang puitis tentang mereka..
Mereka sudah cukup tau mereka berarti untuk saya..
Kemarin, sekarang dan esok.. =)
*Menulis tentang mereka jauh lebih menyenangkan dibanding menulis semprop saya =p
Thursday, January 20, 2011
Sunday, January 16, 2011
10 Menit Tanpa Tekanan
Entah apa yang sedang terjadi dengan saya saat ini.. Saya cenderung untuk bersikap di luar kebiasaan saya. Saya merasa ditekan dan tertekan. Mungkin salah saya, tapi saya seperti tak tau harus percaya pada siapa. mereka yang biasa mengerti saya sekarang sama saja dengan yang lain. Ya, sama saja. Ujung-ujungnya membuat saya merasa ditekan.
Saya tau bagaimana prioritas dan tanggung jawab yang saat ini harus saya laksanakan. Hanya saja semua yang saya harap akan bekerja seperti apa yang saya inginkan tidak menjadi kenyataan. Saya ingin mengatakan.. 'sudahlah.. Kalau memang tidak bisa ya batalkan saja..' atau 'mengapa harus selalu saya yang mamulai, bagaimana jika saya tidak ada? Akankah semua ini ada?'
Saya tau semua tengah berada dalam tanggung jawab masing-masing dan semua memiliki skala prioritasnya. Tapi bisakah mereka membuat saya bernafas sedikit lebih lega?
Saya muak, kalau boleh saya bicara..
Saya bosan, sudah lama dan begitu rupa tertahan..
Kepala saya sakit setiap kali saya harus kembali memikirkan semua dari awal.
Tidak bisakah semua berjalan seperti apa yang saya harapkan?
Setidaknya biarkan semua berjalan tanpa membuat saya tertekan.
Bukan seperti ini..
Selalu membuat saya kehilangan kendali..
Terserah Anda sekalian..
Terserah..
Saya tau bagaimana prioritas dan tanggung jawab yang saat ini harus saya laksanakan. Hanya saja semua yang saya harap akan bekerja seperti apa yang saya inginkan tidak menjadi kenyataan. Saya ingin mengatakan.. 'sudahlah.. Kalau memang tidak bisa ya batalkan saja..' atau 'mengapa harus selalu saya yang mamulai, bagaimana jika saya tidak ada? Akankah semua ini ada?'
Saya tau semua tengah berada dalam tanggung jawab masing-masing dan semua memiliki skala prioritasnya. Tapi bisakah mereka membuat saya bernafas sedikit lebih lega?
Saya muak, kalau boleh saya bicara..
Saya bosan, sudah lama dan begitu rupa tertahan..
Kepala saya sakit setiap kali saya harus kembali memikirkan semua dari awal.
Tidak bisakah semua berjalan seperti apa yang saya harapkan?
Setidaknya biarkan semua berjalan tanpa membuat saya tertekan.
Bukan seperti ini..
Selalu membuat saya kehilangan kendali..
Terserah Anda sekalian..
Terserah..
Tanyaku
Kukatakan sebuah hal yang biasa tentang cinta
Ternyata aku tak terbiasa
Seperti apa agar aku menganggapnya menjadi sesuatu yang luar biasa jika menganggap biasa pun aku tak bisa
Aku bukan pecinta, setidaknya kukatakan itu agar tak menjadi tanda tanya
Seperti apa yang disebut cinta?
Biarkan aku bicara
Tentang apa yang kurasa dan berkali-kali kucoba
Cinta bukan hal yang mampu diungkap dengan kata
Bukan pula bisa dibayangkan dengan logika
Ia berkata namun tidak dengan kata
Ia bicara dengan rasa
Rasa yang tak mampu dijangkau dengan logika
Aku mengatakan padanya bahwa aku pernah terluka
Karnanya
Karna dunia yang tak mampu membuatku dan dia bersama
Aku mengatakan padanya bahwa aku merana
Karnanya
Karna peredarannya tanpa sadar tlah membuatku tiada
Aku mengatakan padanya bahwa aku kecewa
Karnanya
Karna dia tak lebih dari pemain cinta
Berulang kali aku bertanya seperti apa itu cinta?
Cinta..
Kepada siapa aku bicara?
Kepada siapa kutanyakan rasa yang kini mengacau balau?
Ternyata aku tak terbiasa
Seperti apa agar aku menganggapnya menjadi sesuatu yang luar biasa jika menganggap biasa pun aku tak bisa
Aku bukan pecinta, setidaknya kukatakan itu agar tak menjadi tanda tanya
Seperti apa yang disebut cinta?
Biarkan aku bicara
Tentang apa yang kurasa dan berkali-kali kucoba
Cinta bukan hal yang mampu diungkap dengan kata
Bukan pula bisa dibayangkan dengan logika
Ia berkata namun tidak dengan kata
Ia bicara dengan rasa
Rasa yang tak mampu dijangkau dengan logika
Aku mengatakan padanya bahwa aku pernah terluka
Karnanya
Karna dunia yang tak mampu membuatku dan dia bersama
Aku mengatakan padanya bahwa aku merana
Karnanya
Karna peredarannya tanpa sadar tlah membuatku tiada
Aku mengatakan padanya bahwa aku kecewa
Karnanya
Karna dia tak lebih dari pemain cinta
Berulang kali aku bertanya seperti apa itu cinta?
Cinta..
Kepada siapa aku bicara?
Kepada siapa kutanyakan rasa yang kini mengacau balau?
Saturday, January 8, 2011
Awal Kegagalan 'Tabula Rasa'
Waktu kini berbeda dan aku tak lagi sama
Kuharap mereka tahu bahwa inilah harga dari sebuah 'rasa'
Usaha dari apa yang telah tercipta dari pernyataan lugasNya yang tak pernah terdengar oleh telinga
Tak terlihat oleh mata, dan dengan pasti tak terasa oleh semua panca indera
Kini, aku akan membuka semuanya..
Aku datang padanya disaat aku tak tahu harus berlari kemana
Sekali lagi kukatakan, 'aku datang padanya. Aku yang mendatanginya..'
Tak disangka..
Mengapa mereka melihatnya berbeda?
Bahkan mungkin mereka menyalahkannya,menyalahkanku, menyalahkan diri mereka..
Terserah..
Tapi kukatakan sekarang..
Aku yang memintanya untuk 'ada'..
Jadi jangan menyalahkannya jika aku tak lagi sama
Aku hanya tak mau lagi berada dalam dilema
Aku bahkan tak mau lagi mengulang waktu dimana aku telah berjalan tanpa siapa-siapa
Dia tak menjanjikan apa-apa, tak pernah menjanjikan apa-apa
Hanya saja, bersamanya selalu ada cerita
Mungkinkah?
Terserah mereka mau percaya atau tidak..
Paling tidak kepadanya aku mencoba percaya
Aku belajar menghargai apa yang disebut 'makna'
Belajar mengungkap rasa yang takkan teraba jika ku tak mampu berkata-kata
Dan apa yang takkan terungkap jika aku terus bermain dengan logika..
Dia boleh tahu..
Saat ini, seperti itulah aku..
Hidup dalam banyak dunia yang tak lagi sama dengan sebelumnya..
Kuharap mereka tahu bahwa inilah harga dari sebuah 'rasa'
Usaha dari apa yang telah tercipta dari pernyataan lugasNya yang tak pernah terdengar oleh telinga
Tak terlihat oleh mata, dan dengan pasti tak terasa oleh semua panca indera
Kini, aku akan membuka semuanya..
Aku datang padanya disaat aku tak tahu harus berlari kemana
Sekali lagi kukatakan, 'aku datang padanya. Aku yang mendatanginya..'
Tak disangka..
Mengapa mereka melihatnya berbeda?
Bahkan mungkin mereka menyalahkannya,menyalahkanku, menyalahkan diri mereka..
Terserah..
Tapi kukatakan sekarang..
Aku yang memintanya untuk 'ada'..
Jadi jangan menyalahkannya jika aku tak lagi sama
Aku hanya tak mau lagi berada dalam dilema
Aku bahkan tak mau lagi mengulang waktu dimana aku telah berjalan tanpa siapa-siapa
Dia tak menjanjikan apa-apa, tak pernah menjanjikan apa-apa
Hanya saja, bersamanya selalu ada cerita
Mungkinkah?
Terserah mereka mau percaya atau tidak..
Paling tidak kepadanya aku mencoba percaya
Aku belajar menghargai apa yang disebut 'makna'
Belajar mengungkap rasa yang takkan teraba jika ku tak mampu berkata-kata
Dan apa yang takkan terungkap jika aku terus bermain dengan logika..
Dia boleh tahu..
Saat ini, seperti itulah aku..
Hidup dalam banyak dunia yang tak lagi sama dengan sebelumnya..
Galau mode:on
Saya belajar untuk percaya bahwa sahabat itu ada.Riil ada dan nyata.Saya tak lebih dari sebuah kertas kosong saat itu.Saya bertemu orang-orang yang luar biasa.Luar biasa saya sayangi.Luar biasa hebatnya memberi warna diatas kertas putih itu.Mereka tak hanya berwarna tapi mereka begitu hidup dan memberi saya cahaya.Namun entah kenapa,kini Tuhan membuat mereka tampak hitam di mata saya.
Kau tahu kan, Tuhan?
Saya memiliki kertas lain.Sama luar biasanya.Luar biasa saya sayangi dan luar biasa berwarna.Tak hanya hidup dan memberi cahaya,tapi juga memberi makna.Dan entah kenapa dimata saya,ia tampak abu2.
Takutkah saya?
Ya,saya takut!
Takut jika suatu saat nanti akan melihatnya dengan warna hitam..Warna yang sama dengan yang saya lihat dengan kertas sebelumnya..
Kau tahu kan, Tuhan?
Saya memiliki kertas lain.Sama luar biasanya.Luar biasa saya sayangi dan luar biasa berwarna.Tak hanya hidup dan memberi cahaya,tapi juga memberi makna.Dan entah kenapa dimata saya,ia tampak abu2.
Takutkah saya?
Ya,saya takut!
Takut jika suatu saat nanti akan melihatnya dengan warna hitam..Warna yang sama dengan yang saya lihat dengan kertas sebelumnya..
Friday, January 7, 2011
Di mata saya, semua tampak abu-abu
Ini belum akhir dan sepertinya saya akan mengukir hal yang sama. Damn! Akankah saya kembali gagal mengeksekusi waktu seperti tahun-tahun sebelumnya? Hanya menyisakan hitam setelah sekian lama saya telah mengukir warna. Semua yang berawal dari teori tabula rasa kini -seharusnya- terisi beraneka warna. Mejikuhibiniu, singkatnya. Tapi yang saya lakukan membuatnya memecah, bias dan berakhir dengan abu-abu. Ya, sekarang semuanya tampak abu-abu. Warna itu memudar begitu cepat. Secepat kedipan mata yang beranjak menyongsong matahari di tengah malam. Saya kehilangan, Tuhan.. Kembali kehilangan.. Hahaha.. Seharusnya saya mempersiapkannya sejak lama kan ya, Tuhan?? Dan seharusnya saya tak memulai sesuatu yang saya tahu tak mungkin saya mampu menghadapinya. Saya jengah. Kau dapat tertawa karena saya yang kini resah. Saya pasrah.. Setidaknya hanya itu yang membuat saya jauh dari gelisah. Dan terhindar untuk menghantamkan kepala saya dalam rasa bersalah. Meski saya tahu, saya-lah yang bersalah..
Dunia seorang Ia
Ia berada dalam dua dunia
Tahukah seperti apa rasanya?
Yang satu membuatnya nyaman
Yang satu lagi membuatnya merasa dibutuhkan
Dan jika kau memintanya untuk melepaskan, ia takkan memberikan jawaban
Egoiskah ia?
Sepertinya..
Tapi tak banyak yang tahu, bahwa sebenarnya ia tak bisa menjelaskan..
Bagaimana takutnya ia dilepaskan..
Tahukah seperti apa rasanya?
Yang satu membuatnya nyaman
Yang satu lagi membuatnya merasa dibutuhkan
Dan jika kau memintanya untuk melepaskan, ia takkan memberikan jawaban
Egoiskah ia?
Sepertinya..
Tapi tak banyak yang tahu, bahwa sebenarnya ia tak bisa menjelaskan..
Bagaimana takutnya ia dilepaskan..
Monday, January 3, 2011
Ia kuat kan, Tuhan?? Kuatkan ia, Tuhan..
Semua orang berlari
Melarikan diri
Biarlah mereka pergi
Meninggalkan hati berpeluk ilusi
Toh mereka tak pernah berjanji untuk temani
Dan membiarkannya merasa sendiri
Sudahlah..
Ia jengah
Berada diantara mereka yang lelah
Mencoba berkata-kata dan yang terdengar hanya desah
Lupakah mereka bahwa ia pun lelah?
Dan memilih tak beranjak dari gelisah
Dunia tanpanya adalah mimpi buruk dari hari tanpa kata-kata
Begitukah yang mereka rasa?
Ia ada karna keadaan mengharuskannya ada
Meski di satu waktu, ia muak dan berniat melarikan diri
Menyumpahi mereka yang telah berlari pergi
Kini..
Ia tak lagi mencari bagaimana cara tuk melarikan diri
Ia mencoba berdiri
Berjalan meski tertatih hingga akhirnya ia berlari
Bukan melarikan diri
Bukan pula menyumpahi
Tapi mencoba menata hati dan bersiap meraih mimpi
Melarikan diri
Biarlah mereka pergi
Meninggalkan hati berpeluk ilusi
Toh mereka tak pernah berjanji untuk temani
Dan membiarkannya merasa sendiri
Sudahlah..
Ia jengah
Berada diantara mereka yang lelah
Mencoba berkata-kata dan yang terdengar hanya desah
Lupakah mereka bahwa ia pun lelah?
Dan memilih tak beranjak dari gelisah
Dunia tanpanya adalah mimpi buruk dari hari tanpa kata-kata
Begitukah yang mereka rasa?
Ia ada karna keadaan mengharuskannya ada
Meski di satu waktu, ia muak dan berniat melarikan diri
Menyumpahi mereka yang telah berlari pergi
Kini..
Ia tak lagi mencari bagaimana cara tuk melarikan diri
Ia mencoba berdiri
Berjalan meski tertatih hingga akhirnya ia berlari
Bukan melarikan diri
Bukan pula menyumpahi
Tapi mencoba menata hati dan bersiap meraih mimpi
Saturday, January 1, 2011
Selamat Datang 2011
Postingan pertama di tahun penuh warna.. (^_^)
#2011 Wishes
*Semakin dekat dengan Pemilik gue. Tahun lalu gue banyak bolong solatnya, baca Qur'annya jarang banget, puasa pas Ramadhan aja (karena ga punya utang puasa juga sebelomnya), banyak-banyakin ngasih selagi masih bisa ngasih. Zikiran juga dah..
*Keluarga gue sehat, baik-baik aja, banyak rejeki.. All the best for us, God.. Please..
*Gue bisa kuat fisik mental nyelesein PKL gue. Yap! Sadar banget kalo gue gamang. Ngadepin orang normal aja gue nggak sabaran gimana ngadepin orang ga normal?? Let it flow..
*Gue bisa nambahin satu nama di belakang nama gue jadi Aisyah Ning Asih, S.Psi sebelom 2011 berubah menjadi 2012 dimana dengan kata lain gue harap dimudahkan jalannya, dilancarkan serta dilapangkan dalam mengumpulkan DELAPAN VARIABEL yang diminta GRANDPA JU! Bismillah..
*Membukukan semua tulisan gue. Entah buat koleksi pribadi atau ada yang minat nerbitin tulisan gue #ini impian dari tahun kapan deh??haha
*Menyelesaikan proyek menulis gue, baik yang pribadi maupun yang tendem bareng temen gue. Intinya teruslah menulis walau hanya satu kata. Haha
*Paling nggak gue bisa mainin satu lagu aja pake keyboard.
*Tetep bisa maen sama Bd1, si Green Ranger ama RRG..
*Nggak lagi-lagi menunggu.. Waktu saya sudah habis untuk segala hal yang bullshit!
*Berhubungan baik dengan si Beiboo..
*Lancar nyetir dan udah ngantongin SIM A!
*Liburan ke Bali, Jogja, Bandung, Bromo!!
*Kalo udah lulus pertengahan tahun ya semoga dimudahkan untuk dapat pekerjaan yang layak. Haha
Segini dulu deh.. Kalo suatu hari nanti saya berubah pikiran ya ditambah lagi..hehe
#2011 Wishes
*Semakin dekat dengan Pemilik gue. Tahun lalu gue banyak bolong solatnya, baca Qur'annya jarang banget, puasa pas Ramadhan aja (karena ga punya utang puasa juga sebelomnya), banyak-banyakin ngasih selagi masih bisa ngasih. Zikiran juga dah..
*Keluarga gue sehat, baik-baik aja, banyak rejeki.. All the best for us, God.. Please..
*Gue bisa kuat fisik mental nyelesein PKL gue. Yap! Sadar banget kalo gue gamang. Ngadepin orang normal aja gue nggak sabaran gimana ngadepin orang ga normal?? Let it flow..
*Gue bisa nambahin satu nama di belakang nama gue jadi Aisyah Ning Asih, S.Psi sebelom 2011 berubah menjadi 2012 dimana dengan kata lain gue harap dimudahkan jalannya, dilancarkan serta dilapangkan dalam mengumpulkan DELAPAN VARIABEL yang diminta GRANDPA JU! Bismillah..
*Membukukan semua tulisan gue. Entah buat koleksi pribadi atau ada yang minat nerbitin tulisan gue #ini impian dari tahun kapan deh??haha
*Menyelesaikan proyek menulis gue, baik yang pribadi maupun yang tendem bareng temen gue. Intinya teruslah menulis walau hanya satu kata. Haha
*Paling nggak gue bisa mainin satu lagu aja pake keyboard.
*Tetep bisa maen sama Bd1, si Green Ranger ama RRG..
*Nggak lagi-lagi menunggu.. Waktu saya sudah habis untuk segala hal yang bullshit!
*Berhubungan baik dengan si Beiboo..
*Lancar nyetir dan udah ngantongin SIM A!
*Liburan ke Bali, Jogja, Bandung, Bromo!!
*Kalo udah lulus pertengahan tahun ya semoga dimudahkan untuk dapat pekerjaan yang layak. Haha
Segini dulu deh.. Kalo suatu hari nanti saya berubah pikiran ya ditambah lagi..hehe
Subscribe to:
Comments (Atom)