Terhitung sembilan peredaran bulan saat terakhir kali kita duduk melingkari meja
Bersenda dengan tawa dan iringan canda gembira
Berteman keremangan cahaya dan berjuta rasa oleh apa yang dikatakan sebagai makna
Kita 'ada'..
Di bulan cinta..
Freyja's day..
Dua puluh enam dimana Venus bermain dengan Anglo-Saxon miliknya..
Di perpanjangan Sun's day yang kan berganti Moon's day ini..
Katakan ia bernama rindu
Sesuatu yang tak terdefinisi meski tlah kumainkan logikaku
Meski tlah begitu lama bertahan dalam kumparan waktu
Tak tersentuh oleh sisi sudut, hingga sela-sela nuraniku
Pada mereka yang kusebut masa lalu
Pada hati yang terlanjur beku oleh sesuatu yang kini menjadi kaku
Bukan untukku..
Bukan pula untukmu..
Tapi untuk kita..
Sesuatu yang kuanggap tiada namun tetap 'ada'
Meski dalam wujud yang telah berbeda
(usang, tapi riang.
biarlah punah, bilakah harus musnah..
semoga tetap indah..)
Seperti itulah yang terjadi disini..
Kubiarkan ia membumi dalam mimpi..
Tanpa caci, tanpa maki..
Karena semua itu pernah menjadi sesuatu yang sangat-sangat kusayangi..
Tetap kuhargai..
Sampai kini..
(hingga nanti, mungkin seperti cincin yang nantinya akan melingkar pada jari jari, sendiri-sendiri, ya menuju pada tujuannya..
nikmati saja aturan mainnya.
semua bukan milik kalian, sadar?!
dan Dia yang bolak balikkan hati.
hadapi saja, walau pa...hit dalam tebu, tetap saja; manis..)
Dia tahu apa yang aku mau..
Apa yang mereka mau..
Apa yang kita mau..
Dia memberi waktu..
Membuatku menyadari bahwa ketidakpastian inilah yang paling pasti..
Dari semua emosi, anarki hingga kata-kata yang tak lagi memakai hati
Tapi aku tahu, semua masih tersimpan begitu rapi, disini..
(kau mengerti kuasa Dia, tapi yang lain? Haha.
Beritakan pada kawan, sentuh ruang2 terdalam pada mereka, terangkan, hanya perkara waktu dan keikhlasan. Mungkin..)
kuberitakan padanya namun tak kuceritakan mengapa..
kusimpan hatiku namun tidak dengan potongan pikiranku...
mereka 'ada'...
dan tetap ada meski kini telah kukembalikan padaNya...
(sebab apa dikembalikan? Entah jarak pisahkan atau.. Ahhh.. Hanya hati. Selamat menjadi pecinta sejati kawan. Biarkan bintang iri saksisan panorama muda mudi adu rasa. Ku beritahu, sejatinya itu buah keimanan :)
Maka.. Tengoklah pada kabar iman ketika itu tiada seindah kala pertama..
Pernah melihat nyawa nyawa adu hebat? Sorak sahut bak pengantin ingin temu kala pagi..
Pernah rayai kala merdeka berpuluh tahun belakang? Dan aku hanya ingat tarik menarik 1, merebut yang 1, c...epattt.
Yaa, seperti yang ini.
satu kosong!!!!)
No comments:
Post a Comment