Wednesday, March 18, 2009

PAGI...

Datang. Pergi. Tersenyum. Merengut. Sepi. Ramai. Hilang. Kembali. Mendekam. Bebas.

RinduQ pada pagi yang menjanjikan kehidupan Ilahi.

Rindu.. Pada pagi yang memberi pikuk lima hati dalam dera embun pagi.
Tersenyum meski mati hampir menjadi aura sunyi.
Meski terluka namun tetap berusaha untuk tegar berdiri.
Q katakan 'Ia' pernah mati dan kembali bangkit dalam pertaruhan emosi.

Pagi.. Pada harapan sehangat cahaya abu-abu yang berdetak.
Berderik dalam muslihat yang erat.
Dalam genggaman lunak namun takkan Q lepaskan.
Q katakan 'Ia' terikat tapi tak mampu membuatQ menyesak.

Pagi.. Pada waktu yang memberi nuansa mimpi atas repihan mejikuhibiniu pelangi.
Entah kenapa tetap ada meski tak Q pinta.
MembuatQ memilih untuk menggenggam atau melepasnya.
Q katakan 'Ia' ada di setiap pagiQ dengan derai tawa.. Pengertian tanpa airmata.

Pagi.. Menyusup tanpa terduga.
Dalam hingar canda perdebatan intelektual hijau.
Begitu ramai hingga membuat tawaQ dapat berderai.
Q katakan 'Ia' ada di sisi hati meski kini 'Ia' belum membumi.

Pagi..
Ijinkan aQ untuk terus bersama hingga akhir nanti..

No comments: