Empat tahun lalu…
Dengan kotak sejuta mimpi, aku datang menghampirimu
Ku perlihatkan semua hartaku..
Kita slalu berpendapat, ’KITA INI YANG TERHEBAT!’
Kesombongan di masa muda yang indah…
Waktu bergulir demi tahun-tahun setelah berdirinya tanggal itu. Aku pernah menyatakan bahwa sahabat itu bukan kata tapi rasa. Tapi aku juga tidak dapat menerima kalau kata sahabat itu hanya ada di sebelah pihak dan sebelah pihak lainnya menganggap itu adalah sesuatu yang nothing. Aku tidak pernah mengerti kenapa aku bisa menyayangi manusia yang tanpa aku tahu apakah kata itu ada dalam hati mereka.
Suatu waktu seseorang dari mereka pernah mengatakan, ‘Selama gue belum mati, lo nggak bakal kesepian karena lo sohib gue yang terbaek’
Di waktu yang lain, mereka yang lain pun berucap, ‘Menurut gue itu penting karena itu pertama kalinya gue kenal sama sahabat-sahabat gue. Mungkin nggak semuanya ngganggap itu penting, tapi DULU Qta pernah nganggep itu penting kan? Terserah yang laen ngganggepna apa yang pasti gue cukup tau aja kalo ada 'KITA' di tanggal itu’
Dua kalimat itu buatku berpikir bahwa hati dan pikiran seseorang itu memang beda. Aku harus bisa menghargai itu walaupun terdengar cukup menyebalkan dan sangat sulit untuk kulakukan.
Mmm... Aku pun tak pernah menyesal untuk sekedar tahu bahwa apa yang aku lakukan selama ini memang tidak menghasilkan sesuatu yang maksimal. Yang membuatku tak bisa untuk lupa walau berkali-kali aku berusaha untuk itu.
Masih di tahun yang sama…
Pagi hari di atas sebuah sepeda motor yang melaju menuju sebuah gedung pemerintah, aku mendengarnya berkata, ‘Habis SMA lo mau kuliah dimana? Bareng yuk! Gue yakin banget kalo Qta nggak bareng, Qta pasti nggak akan pernah bisa ketemu lagi. SMP Qta udah bareng-bareng. SMA Qta pisah. Gue nggak mau kalo Qta jadi nggak bisa ketemu kayak gini’
Terucap lirih di bibir yang lain, ‘Gue sayang lo… Gue sayang kita…’
Damn! Semua itu sudah cukup membuatku yakin bahwa Mimpi itu masih ada… Masih sangat berarti walau diungkapkan dengan cara yang berbeda. Cuma satu dan paling bikin pusing. Apa salah jika saat itu aku begitu ingin berseberangan dengan mereka?
Tiga tahun lalu…
Aku slalu membanggakanmu, Kau pun slalu menyanjungku
Aku dan Kamu darah abadi…
Demi bermain bersama Kita duakan segalanya
Merdeka Kita… Kita merdeka…
Aku melewati satu malam yang menjadi anniversary Qta yang sempat tertunda. Jika di tahun-tahun sebelumnya selalu berada di puncak kejenuhan. Malam itu semuanya terbayar. Thank's GOD. The Biggest Spirit in my life. Ternyata benar apa yang pernah kubaca. Ada banyak jalan untuk menuju sebuah keindahan, sebuah kesenangan, sebuah kedamaian, sebuah kebahagiaan dan sebuah kenangan. Ini.... Akan selalu menjadi Sebuah KISAH KLASIK yang tak BERUJUNG.
Aku ingin bersama selamanya...
GOD... Ini memang kuasaMu. Mereka Engkau ciptakan untuk menjadi hikmah dari kemarahan panjangku. Bodoh sekali karena aku sempat meragukannya. Bodoh karena aku baru menyadarinya. Tapi itu lebih baik daripada tidak sama sekali kan??? Dan itu tidak sia-sia. Aku bersyukur bertemu mereka, Walau banyak kejadian buruk yang Engkau anugerahkan untuk Qta.
Doaku…
Allah... Dalam tiap langkahku, tiap waktu, doa dan sujudku.... Aku benar-benar berharap.... Selamanya mereka akan tetap menjadi Sabda Pendita Ratu dalam hidupku...
Dua tahun lalu…
Pegang pundakku jangan pernah lepaskan
Bila ku mulai lelah, lelah dan tak bersinar…
Remas sayapku jangan pernah lepaskan
Bila ku ingin terbang, terbang meninggalkanmu…
Di puncak sebuah gedung pertokoan aku dan dua orang sahabatku pernah membicarakan sebuah masa depan…
‘Sepuluh tahun lagi, kita kayak apa ya??’
Seorang temanku menjawab, ‘Kita akan sukses…!!’
‘Sukses seperti apa?’ tanyaku waktu itu.
‘Sukses…’ Sejenak pandangan kami tertuju ke bawah dimana kendaraan bermotor dan orang-orang berjualan berjalan hilir mudik, ‘sepuluh tahun dari sekarang… kita akan jadi manusia yang lebih bijak. Lebih dewasa…’
‘Sok tua lo!’ aku hanya tertawa menanggapinya. ‘tadinya gue mikir… gue mau cabs ke luar kota… Gue mau jauh-jauh dari lo-lo pada…’
‘Bagus dong! Gue juga pengen gitu’
Aku agak terhenyak. Memang apa yang diimpikan tak selamanya berjalan mulus. Toh pada kenyataannya sudah ada di antara kami yang harus pergi meninggalkan kota ini jauh sebelum pengumuman SPMB dikumandangkan.
‘Sebenernya yang gue pengen, minimal lima tahun ini diantara kita nggak usah ada yang ketemu. Jadi nanti sekalinya kita ketemu rasanya pasti berkesan banget!!’
Aku berusaha menelaah kalimat itu.
Sampai akhirnya tiba juga saatnya…
Kita memilih jalan kita masing-masing…
Setahun yang lalu…
Saat kau meratap, saat kau bahagia, ku ingin ada di sana…
Saat ku melangkah, saat ku berpijak, adakah kau bersamaku??
Saat itu hanya ini yang dapat ku tekankan…
PERSAHABATAN ADALAH CINTA YANG PENUH PENGERTIAN…
Hari ini…
Tak pernah Kita pikirkan ujung perjalanan ini
Tak usah Kita pikirkan ujung perjalanan ini…
Dan tak usah Kita pikirkan ujung perjalanan ini…
Tulisan ini gue buat bukan untuk satu sarang aisH… Tapi untuk semua sarang aisH…
Maaf kalo ceritanya lebih mendominasi ke satu sarang. Satu sarang itu ibaratnya ilustrasi.
Tapi jujur ini untuk kamu, Teman…
AKU BUTUH KAMU!!!
No comments:
Post a Comment