Cogito Ergo Sum..
Aku berbicara tentang apa yang disebut peraturan
Cara bermain yang mulai membuatku terbeban
Membuatku ingin berlari dari lingkaran setan
Sesuatu yang tak tampak namun ternyata itulah kenyataan
Hingga akhirnya membuatku melakukan pemberontakan
Salahkah jika kukatakan bahwa aku terkesan?
Jauh dari ketakutan, bahkan kurasakan semua kini tak lagi jadi beban
Aku nyaman
Berdiri tanpa perasaan dan yang kutahu ini tidaklah menjemukan
Ya, tak dapat kubiarkan itu sendirian
Ini tentang apa yang disebut peraturan
Tentang apa yang dikatakan sebuah kewenangan
Namun tak lebih dari sebuah penjara kehancuran
Thursday, February 24, 2011
Thursday, February 10, 2011
Hari Ketiga
Hari ini dibuka dengan bangun kesiangan!!
Saya dibangunkan Endang pkl 05.39. Setelah sholat saya tidur lagi dan DAMN! Saya baru bangun setengah delapan lewat banyak. Dan Ratu juga belom mandi! Gubrak!
Terburu-buru dan tak sempat sarapan, pkl 09.00 kita mulai mendaki gunung lewati lembah menuju Primary's Zone. Pagi ini kita sempat berbincang dengan Bro R dan residen T. Residen T merasa dirinya telah normal dan berniat pulang, padahal secara fisik terlihat keadaannya masih jauh dari GOOD. Nggak lama kita udah bergabung bersama para residen untuk Morning Briefing. Berbeda dengan pagi sebelumnya dimana hanya residen R, A, M, I yang berbicara, pagi ini semua residen mengungkapkan feeling mereka masing-masing. Dari keseluruhan residen terdapat 3 orang residen Mk, Il, An yang tidak berbicara secara mendetail dikarenakan ketiga residen tersebut adalah new add yang merupakan penghuni baru dan menyandang dual diagnosis. Dari perilaku merka, terlihat bahwa mereka tidak memiliki konsentrasi yang baik. Berkali-kali mereka sulit untuk menjawab pertanyaan. Bahkan residen Mk sempat mengatakan 'gak bisa bicara, Bro. Nggak ada ide. Susah buat ngomong..'.
Setelah Morning Briefing, sambil menunggu Function Meeting (pembagian jobdes harian residen), kita memulai pendekatan dengan para residen. Diawali dari residen R yang mendekati kita dan mengajak berkenalan karena kemarin ia belum berkenalan secara langsung. Dari situlah kita terlibat pembicaraan seru. Tak lama residen M dan I ikut bergabung bersama kita. Lucunya ketiga residen itu mengajarkan kita berbagai vocab baru seputar lingkungan GP. Tak jauh dari kita, ada residen T dan A yang asik bermain musik. Saya pun menghampiri. Nggak lama Endang juga ikut bergabung. Lewat musik, kita memulai pembicaraan. Biar dikata lagu D'bagindaz begitu, toh untuk membuka pembicaraan kita sempet nyanyi bareng mereka. Lewat pembicaraan itu, terlihat kalau residen T masih suka blank. Sedangkan residen A yang berada di tahap older lebih bisa diajak bicara meski tertutup. Nggak lama setelah itu, tepat jam sepuluh mereka mengadakan Function Meeting. Selesai Function Meeting, para residen pun function. Kita sempat berbicara sebentar dengan R dan I. Setelah itu kita harus absen harian dan membuat kita terlibat pembicaraan dengan staf depsos. Dari pertemuan itu kita menyepakati bahwa satu residen akan ditangani oleh dua calon S.Psi. Hehe
Selesai masalah administrasi dan mendapatkan 'Walking Paper' kita kembali ke Wisma sebentar dan mencari makan siang. Ternyata setelah berjalan cukup jauh barulah kita menemukan penjual gado-gado. Beruntung disebelah tukang gado-gado ada toko serba ada yang membuat kita langsung berniat buka toko di dalam GP. =p
Jam dua siang, kita kembali ke PZ dan saat itu adalah waktunya Discussion. Dimana kita dibagi menjadi dua kelompok. Pro dan Kontra yang akan mengulas sebuah tema yaitu Tidak Ada Tempat Pemulihan Yang Positif. Tiap residen mengeluarkan pendapatnya. Hanya ada 4 residen yang aktif dalam kegiatan ini karena residen yang lain masih blank. Setelah Discussion, kita mendekati SF, namun sayangnya masih terdapat blocking yang kuat pada hubungan kami sehingga yang terjadi justru kecanggungan. Kita pun kembali ke kamar dengan satu tujuan, KATARSIS. Namun belum sampai keluar gerbang PZ, kita bertemu Bro R dan sharing pun terjadi.
Sharing yang tak sampai satu jam itu terputus karena kita harus sholat Ashar dan kembalilah kita ke kamar. Kita beristirahat di kamar masing-masing setelah sebelumnya kita katarsis bareng dalam Wisma 8. Setelah itu, Emak aka Eka beserta stafnya Laras, Rahma dan Eva mulai memasak dan GOOD! Sop, tempe goreng dan sosis goreng menjadi makan malam yang oks banget! Haha
Selepas Isya, kita diminta Bro R untuk datang kembali dalam PZ untuk mengikuti program Static Group. Sesampainya di PZ, kita terbagi dua. Satu ikut di dalam saung, satu lagi di pinggir kolam renang. Program ini merupakan program sharing dengan circle yang sangat kecil dan yang mendengarkan cerita di circle kecil itu tidak boleh menceritakan masalah yang ia dengar pada orang lain. Tak disangka acara yang seharusnya diperuntukkan bagi residen untuk berbicara berbalik dengan Guest-lah yang bercerita. Dimulai dari Mae, mahasiswa dari STKS yang juga tengah KKL, berlanjut ke Endang, Ratu, saya lalu Yushi. Setiap kali salah seorang dari kita selesai bercerita, akan ditanggapi dan difeedback oleh setiap residen. Setelah acara itu selesai, kita main tebak-tebakan. Tak lama Bro L datang dan menggantikan posisi yang lain. Ia bercerita ttg kehidupanna sebelum clean. Lucunya semakin malam, gerak-gerik Ratu mulai menampakkan kalau dia ngantuk. Dan sekitar jam sebelas malam lewat kita meninggalkan PZ. Jarak PZ dengen wisma yang cukup jauh dan tanpa penerangan di setengah perjalanan membuat kita perlu berhati-hati saat berjalan.
Satu hal yang menyentuh dan mengena bagi saya adalah saat pagi hari dimana kita menaruh alas kaki secara sembarangan, residen I dengan tanpa menggerutu membereskan sepatu kita dan menaruhnya di rak. Saat itu saya merasa malu. Kita yang dianggap 'normal' tidak bisa berperilaku dengan baik, sedangkan dalam PZ mereka belajar bagaimana membentuk attitude. Bagaimana cara mereka merapikan keset kaki, bukan dengan kaki mereka tetapi menggunakan tangan. Karena mereka menghargai pembuat keset yang mengerjakannya menggunakan tangan. Baru 3 hari menginjakkan kaki disini banyak hal yang kita dapat. Semoga di hari-hari selanjutnya akan semakin banyak ilmu yang kita dapat =)
Amin..
Saya dibangunkan Endang pkl 05.39. Setelah sholat saya tidur lagi dan DAMN! Saya baru bangun setengah delapan lewat banyak. Dan Ratu juga belom mandi! Gubrak!
Terburu-buru dan tak sempat sarapan, pkl 09.00 kita mulai mendaki gunung lewati lembah menuju Primary's Zone. Pagi ini kita sempat berbincang dengan Bro R dan residen T. Residen T merasa dirinya telah normal dan berniat pulang, padahal secara fisik terlihat keadaannya masih jauh dari GOOD. Nggak lama kita udah bergabung bersama para residen untuk Morning Briefing. Berbeda dengan pagi sebelumnya dimana hanya residen R, A, M, I yang berbicara, pagi ini semua residen mengungkapkan feeling mereka masing-masing. Dari keseluruhan residen terdapat 3 orang residen Mk, Il, An yang tidak berbicara secara mendetail dikarenakan ketiga residen tersebut adalah new add yang merupakan penghuni baru dan menyandang dual diagnosis. Dari perilaku merka, terlihat bahwa mereka tidak memiliki konsentrasi yang baik. Berkali-kali mereka sulit untuk menjawab pertanyaan. Bahkan residen Mk sempat mengatakan 'gak bisa bicara, Bro. Nggak ada ide. Susah buat ngomong..'.
Setelah Morning Briefing, sambil menunggu Function Meeting (pembagian jobdes harian residen), kita memulai pendekatan dengan para residen. Diawali dari residen R yang mendekati kita dan mengajak berkenalan karena kemarin ia belum berkenalan secara langsung. Dari situlah kita terlibat pembicaraan seru. Tak lama residen M dan I ikut bergabung bersama kita. Lucunya ketiga residen itu mengajarkan kita berbagai vocab baru seputar lingkungan GP. Tak jauh dari kita, ada residen T dan A yang asik bermain musik. Saya pun menghampiri. Nggak lama Endang juga ikut bergabung. Lewat musik, kita memulai pembicaraan. Biar dikata lagu D'bagindaz begitu, toh untuk membuka pembicaraan kita sempet nyanyi bareng mereka. Lewat pembicaraan itu, terlihat kalau residen T masih suka blank. Sedangkan residen A yang berada di tahap older lebih bisa diajak bicara meski tertutup. Nggak lama setelah itu, tepat jam sepuluh mereka mengadakan Function Meeting. Selesai Function Meeting, para residen pun function. Kita sempat berbicara sebentar dengan R dan I. Setelah itu kita harus absen harian dan membuat kita terlibat pembicaraan dengan staf depsos. Dari pertemuan itu kita menyepakati bahwa satu residen akan ditangani oleh dua calon S.Psi. Hehe
Selesai masalah administrasi dan mendapatkan 'Walking Paper' kita kembali ke Wisma sebentar dan mencari makan siang. Ternyata setelah berjalan cukup jauh barulah kita menemukan penjual gado-gado. Beruntung disebelah tukang gado-gado ada toko serba ada yang membuat kita langsung berniat buka toko di dalam GP. =p
Jam dua siang, kita kembali ke PZ dan saat itu adalah waktunya Discussion. Dimana kita dibagi menjadi dua kelompok. Pro dan Kontra yang akan mengulas sebuah tema yaitu Tidak Ada Tempat Pemulihan Yang Positif. Tiap residen mengeluarkan pendapatnya. Hanya ada 4 residen yang aktif dalam kegiatan ini karena residen yang lain masih blank. Setelah Discussion, kita mendekati SF, namun sayangnya masih terdapat blocking yang kuat pada hubungan kami sehingga yang terjadi justru kecanggungan. Kita pun kembali ke kamar dengan satu tujuan, KATARSIS. Namun belum sampai keluar gerbang PZ, kita bertemu Bro R dan sharing pun terjadi.
Sharing yang tak sampai satu jam itu terputus karena kita harus sholat Ashar dan kembalilah kita ke kamar. Kita beristirahat di kamar masing-masing setelah sebelumnya kita katarsis bareng dalam Wisma 8. Setelah itu, Emak aka Eka beserta stafnya Laras, Rahma dan Eva mulai memasak dan GOOD! Sop, tempe goreng dan sosis goreng menjadi makan malam yang oks banget! Haha
Selepas Isya, kita diminta Bro R untuk datang kembali dalam PZ untuk mengikuti program Static Group. Sesampainya di PZ, kita terbagi dua. Satu ikut di dalam saung, satu lagi di pinggir kolam renang. Program ini merupakan program sharing dengan circle yang sangat kecil dan yang mendengarkan cerita di circle kecil itu tidak boleh menceritakan masalah yang ia dengar pada orang lain. Tak disangka acara yang seharusnya diperuntukkan bagi residen untuk berbicara berbalik dengan Guest-lah yang bercerita. Dimulai dari Mae, mahasiswa dari STKS yang juga tengah KKL, berlanjut ke Endang, Ratu, saya lalu Yushi. Setiap kali salah seorang dari kita selesai bercerita, akan ditanggapi dan difeedback oleh setiap residen. Setelah acara itu selesai, kita main tebak-tebakan. Tak lama Bro L datang dan menggantikan posisi yang lain. Ia bercerita ttg kehidupanna sebelum clean. Lucunya semakin malam, gerak-gerik Ratu mulai menampakkan kalau dia ngantuk. Dan sekitar jam sebelas malam lewat kita meninggalkan PZ. Jarak PZ dengen wisma yang cukup jauh dan tanpa penerangan di setengah perjalanan membuat kita perlu berhati-hati saat berjalan.
Satu hal yang menyentuh dan mengena bagi saya adalah saat pagi hari dimana kita menaruh alas kaki secara sembarangan, residen I dengan tanpa menggerutu membereskan sepatu kita dan menaruhnya di rak. Saat itu saya merasa malu. Kita yang dianggap 'normal' tidak bisa berperilaku dengan baik, sedangkan dalam PZ mereka belajar bagaimana membentuk attitude. Bagaimana cara mereka merapikan keset kaki, bukan dengan kaki mereka tetapi menggunakan tangan. Karena mereka menghargai pembuat keset yang mengerjakannya menggunakan tangan. Baru 3 hari menginjakkan kaki disini banyak hal yang kita dapat. Semoga di hari-hari selanjutnya akan semakin banyak ilmu yang kita dapat =)
Amin..
Wednesday, February 9, 2011
Hari Kedua
Hari kedua KKL dibuka dengan mengikuti Morning Briefing dari para residen. Kita mulai berbaur membentuk circle besar bersama mereka. SF L dan S yang membuka Morning Briefing hari ini. Sebelum Sharing dimulai, kami memperkenalkan diri satu persatu. Setelah itu acara pun dimulai. Residen R, E, A, M, I yang lebih banyak berbicara dalam sesi ini dan berbagi cerita tentang apa yang ia rasakan dari kemarin hingga hari ini.
Hebatnya! Mereka berbicara penuh dengan filosofi bahkan apa yang mereka katakan seringkali tak terjamah oleh otak kita. Segala hal yang mereka lakukan selalu diambil hikmah. Misal, mereka disuruh untuk mengelap daun yang basah, namun setelah mereka lap hingga kering, daun itu terkena air lagi hingga basah sehingga harus mereka lap lagi. Hal itu terjadi berkali-kali dan diibaratkan daun itu adalah kita dan tetesan air itu adalah masalah-masalah dalam hidup kita. Selama hidupnya, manusia akan terus dihadapkan dengan masalah dan masalah. Dan manusialah yang harus menyelesaikan masalah-masalah itu setiap kali masalah itu datang. Ada juga pekerjaan menggosok balok satu persatu. Residen yang menggosok beberapa balok sekaligus akan mendapatkan hukuman. Hikmah yang bisa diambil dalam pekerjaan ini, kita tidak bisa menyelesaikan beberapa masalah sekaligus. Kita harus menyelesaikannya satu persatu.
Dalam Morning Briefing, terdapat istilah-istilah atau jargon seperti 'dikainin', 'cheap', 'con', 'walking paper', dll yang sebenarnya masih menjadi tanda tanya bagi kita. Tetapi pagi itu kita mulai memahami tahapan-tahapan setiap residen seperti new add, induction, younger, middle dan older. Acara Morning Briefing yang berlangsung dari pukul 08.45 berakhir pada pukul 09.30. Setelah Morning Briefing selesai, saya sempat bertanya dengan salah seorang residen tentang apa acara mereka selanjutnya. Mereka pun mengatakan setelah ini mereka akan membersihkan area tempat mereka diisolir.
Kita pun kembali ke camp dan baru keluar saat seminar pada pukul 14.00. Seminar ini bernama 5 Prinsip Spiritual: Honesty, Open Minded, Willingness, Acceptense, Humality. Sebelumnya kita berbincang sejenak dengan salah seorang Bro Rb yang sangat supel dan beliau membuat kita comfort berada di Primary's Zone. Bro Rn sebagai pembicara siang itu pun menyempatkan diri untuk sharing dengan kita. Beliau yang seharusnya selesai seminar pukul 15.30 pun meladeni kita sharing hingga pukul 16.30. Bahkan sharing bersama Bro Rb dan Bro Rn berlanjut dari jam 20.00-22.30 bersama teman-teman dari STKS. Begitu banyak hal yang mereka bagi pada kita dan kita yang awalnya canggung mulai meladeni candaan-candaan kedua Bro tersebut. Lewat dari acara tersebut, kita sempatkan briefing di Wisma 8 membahas apa yang kita dapat tadi. Tak kalah takjub, ternyata justru kita yang malam itu diobservasi oleh mereka. Ckck
Dan pagi ini jujur saya lelah.. Bukan lelah mental tetapi lebih ke fisik. Saya tidak sanggup berhadapan dengan asap nikotin yang berjam-jam terpaksa kita hirup.
Semoga besok semakin diberi ketabahan dan kesabaran sehingga kita tidak mengalami Bottle Up.
Amin.. =)
Hebatnya! Mereka berbicara penuh dengan filosofi bahkan apa yang mereka katakan seringkali tak terjamah oleh otak kita. Segala hal yang mereka lakukan selalu diambil hikmah. Misal, mereka disuruh untuk mengelap daun yang basah, namun setelah mereka lap hingga kering, daun itu terkena air lagi hingga basah sehingga harus mereka lap lagi. Hal itu terjadi berkali-kali dan diibaratkan daun itu adalah kita dan tetesan air itu adalah masalah-masalah dalam hidup kita. Selama hidupnya, manusia akan terus dihadapkan dengan masalah dan masalah. Dan manusialah yang harus menyelesaikan masalah-masalah itu setiap kali masalah itu datang. Ada juga pekerjaan menggosok balok satu persatu. Residen yang menggosok beberapa balok sekaligus akan mendapatkan hukuman. Hikmah yang bisa diambil dalam pekerjaan ini, kita tidak bisa menyelesaikan beberapa masalah sekaligus. Kita harus menyelesaikannya satu persatu.
Dalam Morning Briefing, terdapat istilah-istilah atau jargon seperti 'dikainin', 'cheap', 'con', 'walking paper', dll yang sebenarnya masih menjadi tanda tanya bagi kita. Tetapi pagi itu kita mulai memahami tahapan-tahapan setiap residen seperti new add, induction, younger, middle dan older. Acara Morning Briefing yang berlangsung dari pukul 08.45 berakhir pada pukul 09.30. Setelah Morning Briefing selesai, saya sempat bertanya dengan salah seorang residen tentang apa acara mereka selanjutnya. Mereka pun mengatakan setelah ini mereka akan membersihkan area tempat mereka diisolir.
Kita pun kembali ke camp dan baru keluar saat seminar pada pukul 14.00. Seminar ini bernama 5 Prinsip Spiritual: Honesty, Open Minded, Willingness, Acceptense, Humality. Sebelumnya kita berbincang sejenak dengan salah seorang Bro Rb yang sangat supel dan beliau membuat kita comfort berada di Primary's Zone. Bro Rn sebagai pembicara siang itu pun menyempatkan diri untuk sharing dengan kita. Beliau yang seharusnya selesai seminar pukul 15.30 pun meladeni kita sharing hingga pukul 16.30. Bahkan sharing bersama Bro Rb dan Bro Rn berlanjut dari jam 20.00-22.30 bersama teman-teman dari STKS. Begitu banyak hal yang mereka bagi pada kita dan kita yang awalnya canggung mulai meladeni candaan-candaan kedua Bro tersebut. Lewat dari acara tersebut, kita sempatkan briefing di Wisma 8 membahas apa yang kita dapat tadi. Tak kalah takjub, ternyata justru kita yang malam itu diobservasi oleh mereka. Ckck
Dan pagi ini jujur saya lelah.. Bukan lelah mental tetapi lebih ke fisik. Saya tidak sanggup berhadapan dengan asap nikotin yang berjam-jam terpaksa kita hirup.
Semoga besok semakin diberi ketabahan dan kesabaran sehingga kita tidak mengalami Bottle Up.
Amin.. =)
Tuesday, February 8, 2011
KKL
Hal pertama yang ada di pikiran gue itu apa ya??
Musingin,nyepein,praktek lapangan,harus mikir,harus.. Harus.. Harus..
Bikin galau deh.. Mana jauh dari rumah..
Kenyataannya Senin, 07 Februari 2010 gue dan ketujuh temen gue berangkat juga ke tampat KKL kita di Galih Pakuan.
Hari pertama sampe sini yang kita lakuin pertama adalah pembukaan oleh pihak Galih Pakuan dan Pak Gazi Saloom selaku pembimbing kita. Dari pembukaan itu kita diberitahu bahwa pamong/pembimbing KKL di Galih Pakuan adalah Pak Ahmadin.
Kelar pembukaan kita mulai beberes mulai dari nyapu-ngepel (Yushi dengan rajinnya melakukan itu) beresin baju, nyeprein kasur baru deh bingung dengan kelaperan. Mau makan di luar ehh ujan deres.. Apa yang lo rasa deh??
Akhirnya kita pada makan pop mie..
Nahh.. Kelar gitu, kita tidur deh ampe magrib!!
Tadinya kita mau ada acara bareng residen di sini tapi ternyata batal dan baru tadi pagi kita ada sharing bareng.
Jujur, speechless gue. Bukan karena mereka tapi karena masih banyak yang harus kita pelajari dari mereka. Mulai dari memahami bahasa jargon mereka sampai kebiasaan mereka. Tapi gue yakin, seiring berjalannya waktu, kita bisa semakin memahami dan berbaur dengan lingkungan baru mreka. Amin..
Musingin,nyepein,praktek lapangan,harus mikir,harus.. Harus.. Harus..
Bikin galau deh.. Mana jauh dari rumah..
Kenyataannya Senin, 07 Februari 2010 gue dan ketujuh temen gue berangkat juga ke tampat KKL kita di Galih Pakuan.
Hari pertama sampe sini yang kita lakuin pertama adalah pembukaan oleh pihak Galih Pakuan dan Pak Gazi Saloom selaku pembimbing kita. Dari pembukaan itu kita diberitahu bahwa pamong/pembimbing KKL di Galih Pakuan adalah Pak Ahmadin.
Kelar pembukaan kita mulai beberes mulai dari nyapu-ngepel (Yushi dengan rajinnya melakukan itu) beresin baju, nyeprein kasur baru deh bingung dengan kelaperan. Mau makan di luar ehh ujan deres.. Apa yang lo rasa deh??
Akhirnya kita pada makan pop mie..
Nahh.. Kelar gitu, kita tidur deh ampe magrib!!
Tadinya kita mau ada acara bareng residen di sini tapi ternyata batal dan baru tadi pagi kita ada sharing bareng.
Jujur, speechless gue. Bukan karena mereka tapi karena masih banyak yang harus kita pelajari dari mereka. Mulai dari memahami bahasa jargon mereka sampai kebiasaan mereka. Tapi gue yakin, seiring berjalannya waktu, kita bisa semakin memahami dan berbaur dengan lingkungan baru mreka. Amin..
Friday, February 4, 2011
Cerita sederhana tentang apa yang terasa
Akhir-akhir ini saya merasa tidak bersikap dengan semestinya. Saya mengecewakan sahabat-sahabat saya karena 'kebegoan' saya.
Saya minta maaf atas sikap saya. Atas keputusan yang saya buat dengan seenaknya.
Saya bingung..
Berada diantara 2 hati yang keduanya saya sayangi..
Saya ga ngegombal..
Saya sayang kamu..
Saya sayang kamu..
Dan saya ga bisa milih..
Maaf..
Saya minta maaf atas sikap saya. Atas keputusan yang saya buat dengan seenaknya.
Saya bingung..
Berada diantara 2 hati yang keduanya saya sayangi..
Saya ga ngegombal..
Saya sayang kamu..
Saya sayang kamu..
Dan saya ga bisa milih..
Maaf..
Subscribe to:
Comments (Atom)