Friday, April 30, 2010

Warna-Warni Duniaku

Dua puluh satu..

Cukup tertatih jika mengingat apa yang telah saya lakukan dari bertemunya sperma dan sel telur hingga tepat di 29 April dua puluh satu tahun lalu untuk pertama kalinya saya melihat dunia. Sadar nggak sadar sekarang saya dihadapkan pada apa yang disebut dewasa awal. De-wa-sa- a-wal. Dalam perkembangan dimana saat inilah dimana konflik akan semakin memuncak dengan catatan, saya akan selalu menikmatinya. Dengan mereka yang telah ada dan selalu ada dalam dua puluh satu tahun perjalanan hidup seorang ‘Aku’.

Ini adalah mimpiku. Khayalan dari segala situasi yang kerap kali menyapaku.
Pagi, siang, sore dan malam hari.

Mungkin inilah ucapan terima kasih. Terima kasih atas apa yang telah saya lihat, dengar dan rasakan. Lebih dari itu, ini yang dapat saya lakukan atas segala apresiasi dan kesediaan mereka yang selalu mengulurkan tangan dan menjadi malaikat kecil di Bumi Allah yang ‘kecil’ ini. Tak besar, bahkan tak sepadan dengan apa yang telah mereka berikan kepada saya. Kepada hidup saya.
Untuk mereka, sosok-sosok cerita dalam realita yang telah lama tertulis dalam Lauhul Mahfuzh. Mereka, yang menjadi ‘hidup’ku yang sangat indah, menggugah, bahkan jauh dari kata lelah.

Allah SWT...
Bukan mereka namun DIA-lah kekuatan terbesar di alam ini. Yang telah hidupkanku dua kali dan memberiku empat peradaptasian. Buat aku selalu takut untuk mengingkari kekuasaanMu. aisH percaya bahwa Rencana Allah Selalu Indah pada waktunya. Yang membuatku untuk agar tak pernah lupa bahwa aku selalu ada untuk mengingat, mengilhami dan meresapi setiap detik dari sebuah masa. Membuatku lupa dan tak peduli dengan adanya TEMAN SEMUSIM yang kerap kali membuatku jengkel, membuatku kehilangan hingga akhirnya musim menggantinya. Dengan para TERORIS yang sebenarnya sangat ingin kuhajar dengan tanganku sendiri., -sayangnya saya nggak pernah tau dimana saya bisa ketemu si teroris itu!!! -
Karena aku tau… Ada yang lebih indah dari sekepal rasa jengkelku. Ada yang lebih damai dari sekedar kamulflase jihad yang mendahului jalan Allah.

Keluargaku...
Ayah-Bunda yang ngijinin aisH ngabisin listrik tiap malem. Yang –pasti- dengan terpaksa merelakan aisH pergi malam dan pulang pagi kalau niat devilnya lagi memuncak. Maaf, kalo lebih sering menjadi pemberontak ketimbang anak manis. aisH mau dan akan terus berusaha jadi yang terbaik untuk keduanya. Sungguh!

Nduty... You’re the best hacker!! (n_n) And tHe best enemy and rival in my life!!, Yang nggak pernah bosen denger rengekan konyol gue kalau ada masalah dengan hal-hal yang berbau elektronik. Hahaha...

Adek... Yang selalu bikin ketawa dengan tingkah AbeGe-nya yang sepertinya jaman gue ABeGe nggak pernah sekaco dan sekonyol dia. Biar gitu, teruslah konyol dan polos dihadapan gue karena itu inspirasi!

All my big Famz!!!
Mbah Akung, Mbah Uti, Tante-tante, Oom-oom and all Grand Children Kadiran (My Sista&Brotha... Ica, Niar, Ina, Nana, Rama, Apid, Oca, Nadin, Hafiz, Ais, dan Ihsan) yang membuat aisH selalu kangen Bali!!
Bude-bude, Pakde-pakde dan Mbak-Masku semua…
Kakak, Mbak, Nduut, Nong-nong, Sayang... Sapaan itu yang selalu kutunggu saat lelah membiusku. Dengan semua celotehan yang membuatku semangat untuk buktikan kerja kerasku bukan sekedar omong kosong.
Sekolahku… Tempat dimana kudapatkan bertumpuk tugas yang akhirnya membuatku meng'GILA'.

Jaman dimana saya berlari-larian di gang kecil di TK Aisyiyyah II Denpasar sambil berlakon sebagai Power Rangers, dengan setiap hari ditunggui Mbah Uti dan dengan jajanan yang masih bisa dibeli dengan koin 25 perak. Dengan teman-teman yang Alhamdulillah masih bisa ditemukan via Facebook. Semoga akan ada waktu dimana saya dapat bertatap muka dengan mereka yang sudah hampir 16 tahun tidak saya temui. Waktu dimana saya menghabiskan tiga tahun berseragam merah-putih di SD Muhammadiyyah II yang kembali saya bersyukur masih dapat menemukan mereka via Facebook. Mungkin waktu itu terlalu singkat. Tapi saya tetap dapat mengingatnya dengan rapi di sini.

Beranjak ke Jakarta.. SDN Kramat Jati 12 Pagi yang memberikan saya sebuah tempat dan ‘monyet’. Tempat dimana saya mulai belajar untuk berdikari dan bergelut dalam kompetisi.

Dhoerent Garden aka Trelandi’z aka anak-anak Al-Mukriyah yang pada gokil-gokil dengan segala kebandelan masa pubertas… hahaha

Naungan yang menunjukkan padaku tentang keindahan sebuah zaman keemasan, panasnya retorika, berkuasanya kisah cinta, revolusi jiwa hingga melegendanya SEBUAH KISAH KLASIK yang tak pernah mati.,

SMP Negeri 150 Jakarta aka V-Gho... Specially 2001. The Black Team yang mengajarkan awal dari kebersamaan. Pengurus OSIS V-Gho tahun ajaran 2002/2003 dan MPK 2003/2004. Kabinet kita adalah pertarungan retorika!!

DHEVA yang menjadi pelarian terbaik saat jenuh mulai menggerogoti hari para ABeGe labil yang membuat saya semakin mencintai karya seni khususnya musik.
SMA Negeri 42 Jakarta… Angkatan 23..

Glatto Splato aka X-1 adalah awal ‘kebandelan’ intelek yang nggak akan terlupa. XI-IPA 2 adalah perenungan akan sebuah kesaljuan uang menyenangkan sekaligus menegangkan. Dan penutup putih abu-abuku dimana kenangan terindah masa sekolahku dapat tercipta dan tawa di Explode Passion aka XII-IPA 1 menjadi semakin menggelora.

Untuk semua GURU yang menorehkan arti di awal dan penghujung sekolahku. Nggak tau apa jadinya seorang ‘aku’ tanpa mereka yang dinamakan guru.

Batu loncatan lain yang ikut membuat coretan…
Senior and Junior Paskibra 42, angkatan 23 (Hidup TRAFO!!!!! Hehehehe...), Empat sekawan di paskibra 42 angkatan 23 yang berjuang bareng selama 3 bulan di Walkot, PPI-JT (Makasih udah kasih aisH kesempatan untuk dapet satu tempat di kelompok 17 saf 5 banjar 3 Paskibraka 2005), PPI 2005 (Dufan, M-Studio, sampe Chandra Dimuka bareng.... Gue selalu inget dan kangen Semua...)

Tempat yang menjadi pelabuhan dari ‘pertempuran hati’ku memilih masa depan.
Fak. Psikologi UIN Syahid angkatan 2007.

RRG yang aLways RiyuhRicuhGemyuruh... Entah apa yang Allah rencanakan dengan bertemunya gue dengan enam cewek yang ‘aneh’ ini. Yang selalu muncul dengan kelakuan-kelakuan ajaib yang bikin gue geleng-geleng kepala, melongo sampai sakit perut dengan kelakuan mereka yang jauh dari normal.

Mereka yang hampir tiga tahun ‘rawat jalan’ bersamaku di Bd1. Bd1 yang selalu berhasil buat gue ketawa meskipun saat itu mood gue sedang kacau-kacaunya… Celetukan kita selalu memberi ide baru buat gue. Apa pun!!! Sampe yang nggak penting sekalipun! Puisi sampai kata-kata tajam yang selalu membangkitkan kepercayaan diri gue. Gue pasti bakal kangen semua tawa dan cerita kita. Bd1 bener-bener penasihat terbaek sekaligus tergila yang pernah gue punya. Nggak ada kalimat laen yang bisa aisH bilang selain, “Nggak ada lo NGGAK RAME!! Kita HEBAT!!! SARAP!! GOKIL!!” Hahaha..

Gue nggak pernah nyeselin apa yang udah jadi keputusan gue. Sekalipun itu harus melepaskan ‘kursi panas’ di SPMB. Psikologi udah jadi tujuan gue sejak tahun pertama gue menginjakkan kaki di V-Gho.

Trainers Community yang kini akan menyita sebagian perhatian saya. Semoga semua ini menjadi awal yang baik yang juga akan berakhir dengan baik.

SaintArt.. Tempat dimana saya kembali dapat berlari dan meluapkan segala emosi lewat nada dan kata-kata. Saya titipkan satu mimpi saya disana. Kini..

DI3. Empat Adam dengan sosok berbeda yang memberikan banyak makna tentang apa fitrah yang sesungguhnya dari satu kata universal yang hingga kini belum kuketahui wujud juga keindahannya. Cinta. Huakakak...

Dosen-dosenku di Psikologi yang ‘lucu’ dan ‘menggemaskan’. Yang tanpa sadar sering ‘menelanjangi’ saya dengan kuliah-kuliahnya.Hehehe..

Untuk mereka yang memberiku ‘permainan jiwa’, pada sebuah tanggal yang sama. Saya belajar bertaruh dari Anda. Saya belajar memahami bahwa ‘melupakan janji’ adalah hal yang sangat manusiawi juga dari Anda. Dan saya sangat mengerti makna bahwa ‘introspeksi’ yang lama. Biarkan saya menunggu. Karena saya tahu, sampai kini kita masih melihat bintang yang sama. Sampai kini, kita masih menjejakkan kaki di atas bumi yang sama. Maka biarkan saya kembali bertaruh untuk Anda. Anugerah Indah yang pernah saya miliki..

Semua makhluk hidup yang mengenal, menyayangi dan perhatian pada saya meski hanya lewat foto dan sekelebat bahkan mungkin hanya lewat mimpi, juga sebaliknya akan saya kenal, sayangi dan perhatikan dan membaur dalam mimpi-mimpi saya… Terima kasih…
Aku… Masih menyimpan banyak terima kasih pada benda matiku: Mesin mengolah dan perombak kata yang selalu setia menemaniku hingga pagi buta; Segala sesuatu yang memperdengarkan nada indah kala kegelapan kamar menyelimutiku; My Allegro yang menjadi satu-satunya teman terbaik saat aku merasa sepi; Buku-bukuku mulai yang baru sampe yang bekas; Coffee, kuaci, bubble gum, snack, mineral water yang kata Nduty makin buat aku Nduut eh Chubby ding tepatnya.

Inspirasiku... Tak berarti tanpa mereka dalam hidup saya.
Ceritaku... adalah segala sesuatu yang kudapat saat mereka ada, hadir dan selalu bersama saya. Semua yang ada dalam diriku merupakan bentuk pencarian, keikhlasan juga ketakutanku. Bentuk kegembiraan, kesedihan, kebahagiaan, kemarahan, kesenangan, kekecewaan dan segala perasaan yang terungkap di dalamnya.
Colours in my life.
Sekali lagi... Rencana Allah selalu Indah...

Untuk waktu yang selalu mengajarkan aku sesuatu.
Mimpi-mimpi yang datang kala otakku telah jenuh dengan hadirnya rotasi waktu.
Curahan hati yang datang padaku dengan cucuran airmata dan senyum gembira.
Maaf, banyak salah dan juga kekurangan. Hanya ini yang bisa aisH kasih.
Dan untuk mereka yang selalu bilang ...
"Du/You/Elo/Ke/Ukh/Kamu/Anti/Ay/Aish BISA!!!"
TERIMA KASIH !!!!! ( ‘ , ‘ ) V

Friday, April 9, 2010

FILM DOKUMENTER DI AWAL SEMESTER

Rabu, 24 Maret 2010 adalah hari yang sama dengan hari-hari sebelumnya…

Hari dimana bergulir dengan dimulainya dinihari, fajar, pagi, tengah hari, siang, sore, petang dan malam. Hari dimana jam berdetak 60 detik setiap menit, 60 menit setiap satu jam dan 24 jam sehari. Hari dimana sholat wajib dilakukan 5 waktu sehari, 17 rakaat sehari dari takbiratul ihram hingga salam.

Hari yang dimulai dengan perkuliahan pada pukul 10.20 hingga 15.50. Hari dimana 6B masih disebut Bd1. Masih berisi manusia-manusia yang sama dengan kelakuan yang nyaris ‘gila’ di setiap harinya. Hari dimana kelas masih dipakai secara bergantian. Hari yang… Entah apa lagi yang harus dijabarkan untuk mengungkapkan bahwa secara umum, hari itu adalah hari yang sama dengan hari-hari lain. HARI YANG SAMA…

Berhari-hari berlalu dan pada kenyataannya semua memaksa untuk kembali pada hari itu. Maka jelas, hari itu tak dapat dikatakan sebagai hari yang sama. Hari itu berbeda. Sangat berbeda. Begitu berbeda.

Hari yang mengubah begitu banyak ‘isi’ karena sebuah konstitusi. Hari yang begitu menguras hati dalam pergulatan nurani. Hari yang membuat kami berpikir dari banyak dan terlalu banyak sisi hingga saya –jika tidak boleh digeneralisasikan akan saya katakan KAMI- merasa inilah ‘panggung sandiwara’ selanjutnya yang kembali menawarkan sebuah peran antagonis maupun protagonis dimana kami akan terlibat tanpa harus berujung mati.

Panggung Sandiwara…

Tanpa bermaksud menyinggung pihak manapun, tapi bagi saya, panggung sandiwara kali ini tak sebesar dan semegah apa yang pernah saya jalani sebelumnya. Yang mungkin mereka semua tak tahu seperti apa panggung yang –menurut saya- megah. Pada panggung sandiwara yang hingga saat ini pun belum mencapai ending.

Pertunjukan kali ini cukup menegangkan namun buruk! Alurnya berantakan. Skripnya dibuat terlalu terburu-buru hingga satu sama lain terasa pecah dalam akting yang pas-pasan bahkan cenderung dibuat-buat oleh beberapa pemain. Pertunjukannya membosankan karena beberapa scene hanya mengulang dari scene sebelumnya! Berlebihan dan terlalu mengada-ada. Lebih cocok disebut sebagai sinetron daripada sebuah film dokumenter!

Tapi apa alasan yang membuat saya begitu ingin terlibat dan ‘bermain’ disana?
Pertama, sandiwara ini membutuhkan begitu banyak pemain untuk mengisi setiap peran yang dibutuhkan. Saya katakan beberapa dari mereka tak mampu memainkan perannya dengan baik, tapi lebih banyak lagi peran-peran yang dilakukan dengan sangat baik.

Kedua, sandiwara ini menghabiskan budget yang tidak sedikit. Setidaknya untuk membuatnya saja, kini memasuki minggu ketiga dengan skrip yang masih belum selesai dan melihat ratingnya yang semakin memanas ini, sudah tentu akan memperpanjang masa penayangannya secara otomatis, honor yang saya dapatkan akan semakin besar. –Oh ya? Benarkah begitu??-

Ketiga, sandiwara ini dapat membuat saya tertawa dan menangis di saat yang bersamaan. Hebat bukan? –Bipolar banget!!-

Keempat, sandiwara ini belum memiliki judul dan sepertinya, PH baru akan memberikan judul ketika sandiwara ini selesai dibuat dan itu membuat saya bertanya-tanya sekaligus ingin tahu.

Kelima, alasan terpenting dan paling penting!! Dapat saya katakan bahwa saya –kami- terpilih bermain dalam panggung sandiwara ini. Saya yakin, kami tidak pernah mau menjadi bagian dari semua ini. Semua ini bukan keinginan kami!
Saya mencoba memahami satu hal.

KAMI TERPILIH BUKAN KARENA KEINGINAN KAMI. TAKDIR YANG MEMILIH KAMI.

Katakanlah ini bukan LoC External. Tapi..
Karena Dia percaya bahwa kami dapat sabar menunggu revisi skrip yang tak kunjung selesai. Karena Dia percaya bahwa kami kuat menjalani dan menyelesaikan setiap scenenya. Karena Dia percaya bahwa kami sebagai pemegang kendali yang akan terus hidup meski dihujani rasa tak berarti. Karena Dia percaya bahwa kami pantas mendapat bonus ‘rasa sayang’Nya dengan cara yang berbeda. Karena Dia percaya bahwa kami adalah pemain watak yang paling berhak mendapat kesempatan menghidupkan alur cerita yang terlanjur berantakan. Karena Dia percaya bahwa kami yang akan mengantar panggung ini di puncak penghargaan megahnya penguasa anarki. Karena Dia percaya bahwa kami dapat mengubah imej sinetron ini menjadi sebuah film dokumenter yang akan terekam tak pernah mati di setiap pemain dan penontonnya.

Karena Dia menyayangi kami..